Penyebab Kepunahan Satwaliar

Perburuan Satwaliar / Satwa Langka Perburuan terhadap satwaliar sebenarnya telah dimulai dari jaman nenek moyang kita. Namun pada jaman itu nenek moyang kita berburu binatang untuk dikomsumsi. Berbeda dengan jaman sekarang, berburu binatang liar tujuan utamanya tidak lagi untuk di komsumsi, tapi untuk di ambil bagian tubuhnya untuk dibuat kerajinan seperti kerajinan kulit dan lain – lain. Dan yang lebih parah lagi ada juga yang berburu satwa liar hanya untuk hobi.

1. Perdagangan SatwaLiar

Besarnya potensi keuntungan yang diperoleh dari perdagangan satwaliar khusunya satwa langka telah mendorong meningkatnya aktivitas perdagangan satwa. Semakin langka satwa tersebut maka harganya akan semakin mahal. Ini merupakan ancaman yang sangat serius bagi kelestarian satwaliar terutama satwa – satwa yang sudah langka.

 

2. Pembalakan Hutan

Hutan merupakan tempat tinggal ( habitat alami ) bagi sebagian besar satwaliar, khusunya di daerah tropis seperti Indonesia. Tingginya aktivitas pemalakan hutan ( pemalakan liar ) yan terjadi, telah menggangu dan merusak serta menghilangkan habitat para satwaliar tersebut.

3. Kebakaran Hutan

Terbakarnya hutan pada setiap musim kemarau baik yang terjadi secara alami maupun akibat aktivitas pembukaan lahan oleh manusia, sangat merusak habitat satwaliar tersebut, bahkan tak jarang satwa – satwa liar tersebut yang ikut mati terbakar.

 

4. Pembangunan Pemukiman

Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan semakin sempitnya lahan pemukiman yang tersedia maka sebagai konsekuensinya hutanlah satu – satunya pilihan untuk disulap menjadi pemukiman. dengan begitu satwaliar akan semakin tergusur dan terdesak dari habitatnya.

 

5. Satwaliar dianggap sebagai Hama

Seringkali satwa atau hewan liar dianggap sebagai hama oleh manusia, sehingga harus di basmi layaknya hama – hama pada umumya. Ini terjadi karena sering kali satwaliar tersebut dianggap mengganggu dan merusak tanaman atau kebun para petani ( penduduk ) bahkan tidak jarang hewan liar tersebut menyerang penduduk. Padahal sebenarnya kitalah ( manusia ) yang mengganggu dan merusak habitat tempat tinggal mereka.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s