Prilaku/Pergerakan Satwaliar

A. Tujuan, Faktor Penyebab dan Proses Perpindahan

Perpindahan populasi pada satwa liar dikenal juga dengan istilah pergerakan. Pergerakan satwa adalah suatu strategi dari individu ataupun populasi untuk menyesuaikan dan memanfaatkan keadaan lingkungannya agar dapat hidup dan
berkembang biak secara normal. Pergerakan satwa liar merupakan suatu perilaku,
sehingga mempunyai pola-pola tertentu sesuai dengan jenisnya.
Misalnya pola pergerakan kera ekor panjang berbeda dengan pola pergerakan banteng atau harimau,
burung dan sebagainya.

  • Tujuan pergerakan populasi

Pergerakan satwa liar baik dalam skala sempit maupun luas merupakan usaha untuk memenuhi tuntutan hidupnya.
Pergerakan ini erat hubungannya dengan individu dan kondisi lingkungannya seperti ketersediaan makanan,
fasilitas untuk berkembang biak, pemangsaan, kondisi cuaca, sumber air maupun adanyaperusakan lingkungannya.
Mereka bergerak untuk untuk mencari makanan, mencari air dan untuk berkembang biak taupun menghindarkan diri dari
pemangsaan dan gangguan lainnya.

  •  Faktor penyebabnya

Pergerakan satwa liar dibatasi oleh makanan, pemangsa, temperatur, gangguan manusia dan perubahan habitat.

  • Proses

Pergerakan satwa liar dilakukan secara soliter dan secara berkelompok untuk menentukan prospek kelestarian mereka.

B. Jenis-jenis Pergerakan Satwa Liar

Sesuai dengan tujuan, faktor penyebab dan prosesnya, pergerakan satwa liar dapat digolongkan menjadi invasi dan
permencaran, nomad dan migrasi.

  • Invasi dan pemencaran

Invasi dan pemencaran merupakan tipe pergerakan populasi yang dilakukan secara
perlahan-lahan terutama untuk menyesuaikan dirinya dengan iklim ataupun perubahan lingkungannya.
Pergerakan ini dapat memperluas daerah penyebaran satwa liar. Invasi dan pencemaran juga dapat terjadi
karena adanya pengaruh dari organisme lain, misalnya penyebaran burung Bubulcus ibis mengikuti pergerakan
dan penyebaran jenis mamalia herbivora. Burung ini sering hinggapdi punggung kerbau dan memakan serangga di atasnya. Proses invasi dan pemencaran satwa liar dapat juga disebut sebagai proses perembesan.
Proses rembesan dari pusat penyebarannya keluar juga dapat terjadi karena adanya rangsangan dari kondisi
di luar yang lebih baik.

  •  Nomad

Nomad yaitu pergerakan individu ataupun populasi yang tidak tetap dan sulit untuk dikenali secara pasti.
Mereka bergerak untuk mendapatkan makanan dan tidak harus kembali ke wilayah asalnya. Terjadinya satwa liar nomad inijuga dapat disebabkan karena perubahan atau perusakan habitatnya, misalnya karena penebangan pohon, kebakaran hutan, pembukaan hutan dan kekeringan.

  •  Migrasi

Migrasi merupakan pola adaptasi perilaku yang dilakukan oleh beberapa jenis satwa liar. Migrasi dilakukan jika memang diperlukan, sehingga tidak semua organisme yang bergerak melakukan migrasi.
Pola migrasi satwa liar ini tidak sama untuk semua jenis, tergantung pada keadaan,
waktu dan berbagai perbedaan penyebabnya. Secara umum perbedaan penyebab terjadinya migrasi dapat
dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu: alimental, gametik dan klimatik.

1. Alimental

Alimental adalah kegiatan makhluk hidup untuk mendapatkan makanan atau bahan-bahan untukpertumbuhan. Jadi manfaat alimental dari migrasi untuk beberapa jenis satwa liar adalah terhadap mekanismeuntuk menemukan dukungan makanan yang cukup sepanjang tahun. Pergerakan berbagai jenis ikan ke wilayah
perkembangbiakannya disebut gematik. Akan tetapi setelah aktivitas reproduksi selesai,
pergerakan migrasi mereka ke wilayah yang dapat menyediakan makanannya termasuk dalam kategori alimental.

2. Gametik

Ada beberapa jenis organisme yang melakukan pergerakan dengan tujuan bukan untuk mencari makan ataupun air,
tetapi untuk mendapatkan wilayah yang cocok bagi kepentingan perkembangbiakan.
Rangsangan pergerakan seperti ini termasuk ke dalamkategori gametik.
Misalnya, pergerakan beberapa jenis ikan untuk mendapatkan lokasi cocok untuk bertelur.

3. Klimatik

Pada umumnya sangat sulit, bahkan tidak mungkin untuk memisahkan faktor iklim dari alimental dan gametik pada
kegiatan migrasi satwa liar. Produksi makanan sangat tergantung pada keadaan iklim lingkungannya.
Jika kondisi iklimnya mendukung produktivitas habitatnya sehingga persediaan makanan jadi berlimpah,
akan diikuti dengan perkembangbiakan. Pada saat terjadimusim dingin di wilayah Antartika, kondisi lingkungannya tidakcocok untuk kehidupan berbagai jenis organisme, karena tidak adanya makanan.
Keadaan ini menyebabkan berkembangnya pola migrasi berbagai jenis satwa liar yang berasal dari wilayah dingin.
Migrasi merupakan pergerakan periodik satwa liar menuju kesuatu wilayah dan sebaliknya.
Seperti halnya dengan angka kelahiran dan kematian, maka migrasi sangat berpengaruh terhadap kepadatan populasi.

Migrasi berdasarkan waktunya terbagi menjadi tiga bagfian, yaitu migrasi musiman,
migrasi harian dan migrasi perubahan bentuk.

· Migrasi musiman

Migrasi musiman adalah kegiatan migrasi yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Migrasi dapat dilakukan menurut garis lintang, ketinggian tempat maupun secara lokal.
Migrasi menurut garis lintang dapat terjadi dari mulai hanya beberapa kilometer
sampai mencapai puluhan ribu kilometer. Tipe migrasi ini dilakukan oleh burung, ikan,
ataupun mamalia darat. Pada kelompok burung yang melakukan migrasi, biasanya dijumpai jenis pendatang tetap,
jenis yang menetap selama musim panas biasanya pada musim berbiak dan jenis yang berkunjung selama musim dingin atau bukan musim perkembangbiakan.

· Migrasi harian

Migrasi harian disebut juga pergerakan harian, karena berbagai jenis satwa liar dalam jangka waktu 24 jam
melakukan pergerakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hampir semua makhluk hidup melakukan kegiatan harian, mereka mempunyai tempat-tempat yang jelas untuk tempat tidur, berlindung, mencari makanan dan air dan berkembang biak.

· Migrasi perubahan bentuk

Untuk serangga yang mempunyai beberapa tingkat kehidupan (telur-larva-stadium dewasa), terjadinya perpindahan lokasi relung adalah untuk menyesuaikan dengan keadaan bentuk tingkat
kehidupannya. Perpindahan organisme semacam ini dapat dianggap sebagai kegiatan migrasi. Misalnya ada beberapa jenis serangga yang larvanya hidup di air, setelah dewasa akan terbang sebentar ke udara dan meletakkan kembali
telurnya di air.

Migrasi perubahn bentuk juga dapat dilihat pada siklus hidup Fasciola dan Paramphistomum.
Proses migrasi hewan sangat rumit, dan terjadi karena adanya interaksi antara ritme fisiologis
(internal stimulant) dari organisme yang bersangkutan dengan kondisi lingkungan yang kritis (external stimulant).
Untuk kepentingan pelestarian populasi diperlukan antara lain informasi tentang migrasi,
termasuk pergerakan hariannya, sebagai data dasar untuk kepentingan penyusunan program pengelolaan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s