Jenis-Jenis Rotan

Rotan merupakan salah satu sumber kekayaan alam Indonesia yang digolongkan kedalam hasil hutan ikutan, memegang peranan yang sangat penting sebagai komoditi ekspor karena 80% kebutuhan dunia akan rotan dipasok dari Indonesia; serta merupakan hasil kedua terbesar setelah kayu.
Rotan umumnya tumbuh pada hutan-hutan tropis dan di Asia Tenggara menurut DRANSFIELD (1974) termasuk dari 316 jenis yang terbagi dalam 9 genera yaitu: Calamus (133 spp), Daemonorops (122 spp), Korthalsia (30 spp), Plectocomia (10 spp), Ceratolobus (6 spp), Plectocomiopsis (10 spp), Myrialepis (2 spp), Calospatha (2 spp), dan Bejauida (2 spp). Sedang di Kalimantan sendiri terdapat 136 jenis yang meliputi:
Calamus ( 74 spp), Ceratolobus (4 spp), Daemonorops (42 spp), Korthalsia (14 spp), Plectocomia (1 sp), dan Plectocomiopsis (1 sp).
Peranan rotan akhir-akhir ini menjadi semakin penting sebagai komoditi ekspor dengan adanya kebijaksanaan pemerintah untuk mengembangkan komoditi ekspor non migas. Dilain pihak walaupun di Indonesia terdapat ratusan jenis rotan, namun yang laku dipasaran sebagi komoditi ekspor hanya beberapa jenis saja, sedangkan ratusan jenis lainnya belum bernilai komersial atau hanya digunakan masyarakat desa untuk keperluan local.
Kalimantan Timur yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari hutan alam tropis basah hamper seluruh hutan yang ditumbuhi berbagai jenis rotan, baik yang sekarang bernilai komersil, seperti rotan Sega (Calamus caesius), jahab (Calamus trachycoleus), Pulut merah (Calamus sp), Pulut putih (Calamus sp), rotan manau (Calamus manan Miq), selutup (Calamus optimus Becc) maupun yang belum komersil atau terbatas pada penggunaan local saja.
Beberapa jenis yang komersil tersebut dibeberapa daerah seperti Kabupaten Kutai dan Pasir dibudidayakan oleh masyarakat setempay secara turun-temurun.
Budidaya rotan di Kalimantan Timur telah dimulai sejak tahun 1980-an dimana pada saat itu Sultan Kutai yang berkedudukan di Tenggarong memerintahkan rakyatnya untuk menanam rotan yang hasilnya digunakan untuk pembuatan anyaman rotan bagi kerajaan. Dengan adanya tanaman rotan yang hasilnya mulai melebihi kebutuhan kerajaan memberi dorongan kepada masyarakat untuk memeperdagangkannya dan memperluas tanamannya.
Daerah-daerah yang masyarakatnya telah lama membudidayakan rotan ini adalah Kabupaten Pasir, Kutai ( Damai dan Luangan) dan Berau. Jenis-jenis rotan yang telah dibudidayakan tersebut adalah Sega (Calamus caesius), jahab (Calamus trachycoleus), Pulut merah (Calamus sp), Pulut putih (Calamus sp). Jenis-jenis telah diperdagangkan secara luas baik untuk keperluan local, antar pulau, maupun untuk ekspor.
Jenis-jenis rotan yang terdapat pada areal hutan dan kebun rotan dalam wilayah kecamatan damai. Dari survey lapangan yang dilakukan pada bulan April 1988 di areal hutan dan kebun rotan dalam wilayah Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai, telah dijumpai sebanyak 27 jenis rotan diantaranya 6 jenis yang dibudidayakan oleh penduduk setempat dan 21 jenis tumbuhan secara alam. Ke 27 jenis rotan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Calamus caesius BI.
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq adalah: we sokaq. (We=rotan). Sedang nama ilmiahnya adalah Calamus caesius BI. Rotan ini banyak dijumpai di areal kebun rotan karena umumnya dibudidayakan oleh penduduk setempat terutama pada bekas ladang mereka. Tempat tumbuhnya berada pada daerah basah/rawa sampai tanah kering berbukit, berumpun dan tiap rumpun jumlah batangnya bervariasi antara 10 sampai 60 tergantung kesuburan tanahnya.
Panjang batang dapat mencapai 60 meter, sedang diameter tanpa pelepah antara 1 cm sampai 2 cm, berunti (silica) yang bila batang dibengkokkan akan terlaepas/terlontar dengan mengeluarkan suara “tik-tik”. Diameter batang dengan pelepah antara `1,5 cm sampai 2,6 cm, berwarna hijau tua, berduri bentuk segitiga berukuran I cm x 0,5 cm.
Warna batang tanpa pelepah yang tua dan terbuka adalah hijau mengkilat, sedang yang pelepahnya baru terbuka atau batang tertutup serasah atau tanah adalah putih kekuningan mengkilat, panjang ruas 40 sampai 50 cm. daun panjangnya 1-1,5 m, cirrus (duri akit diujung daun) panjangnya 50-75 cm, jumlah anak daun tiap sisi rachis 10 sampai 15 helai, berbentuk agak cekung, berukuran 20-35 cm x 5-8 cm, bagian bawah anak daun berwarna abu-abu, berseling. Buah bila masih muda berwarna hijau, setelah tua putih, diameter ± 1 cm, panjang ±1,5 cm tersusun dalam tangkai yang axiillaris, dapat dimakan.
Kegunaan:
a. Local : Penduduk setempat menggunakan rotan ini untuk barnag anyaman/ perabot rumah tangga ikat rumah, tikar biasa dan lampit.
b. Komersil : rotan ini banyak diperdagangkan/dijual ke pengusaha pengumpul rotan yang selanjutnya menjadi komoditi ekspor.

2. Calamus trachycoleus Becc/jahab.
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq: We jahab, sedangkan nama ilmiahnya adalah Calamus trachycoleus Becc. Rotan ini banyak dijumpai sebagai tanaman penduduk setempat di sepanjang pinggir sungai Kedang Pahu mulai dari Kecamatan Muara Pahu sampai kecamatan Damai. Tumbuh pada tepi sungai besar yang sewaktu-waktu tergenang, dan daerah rawa, tidak berumpun, tetapi manjalar ditanah dengan rimpang (stolon) dan dari ruas rimpang setiap ± 1m keluar batang rotan yang memanjat keatas.
Panjang batang dapat mencapai 40 m, diameter batang antara 0,7-1,8cm tanpa pelepah sedangdengan pelepah 1-2,2cm. batang tua berwarna hijau, sedang yang tertutup serasah atau baru terlepas dari pelepah berwarna putih kekuningan. Panjang ruas 30-40cm. panjang daun 1-1,5m, cirrus 50-75cm beranak daun 15 -20 helai tiap sisi rachis, ukuran anak daun 30-35cm x 6cm. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Local : sebagai bahan anyaman untuk perabot rumah tangga, ikat rumah.
b. Komersil : banyak diperdagangkan, untuk komoditi.

3. Daemonorops crinita BI
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq adalah: We jepukng, sedang nama ilmiahnya adalah Daemonorops crinita BI. Rotan ini ditemukan pada daerah rawa, pinggir sungai kecil, berumpun dan tiap rumpun tumbuh banyak dan rapat batang rotan antara 50-200 batang yang tua dan muda, umumnya dibudidayakan penduduk setempat karena harganya paling mahal dipasaran.
Batang tanpa pelepah berdiameter 0,4-0,8 berwarna agak kemerahan, dengan pelepah antara 5-9cm. pelepah berwarna kuning kecoklatan, duri seperti rambut, 1,5-2,5cm, berwarna hitam. Panjang batang tua antara 10-20m. Daun panjangnya 1-1,5m, anak daun tiap sisi rachis 20-30 helai, cirrus 30-5-cm, ukuran anak daun 18-22cm x 1cm. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Local : bahan peralatan rumah tangga.
b. Komersil : rotan ini mempunyai harga yang paling mahal dan merupakan komoditi ekspor.

4. Calamus optimus Becc/seletup
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq: We boyukung, sedang nama ilmiahnya adalah Calamus optimus Becc. Rotan ini ditemukan tumbuh berumpun pada daerah kering datar sampai berbukit, pada hutan sekunder tua atau primer, sering dibudidayakan oleh penduduk setempat. di wilayah Kecamatan Damai rotan ini tidak terlalu banyak.
Batang dapat mencapai 50 meter panjangnya bila cukup tua, berwarna hijau mengkilat, kecuali bila baru lepas dari pelepah atau tertutup serasah maka warnanya kekuningan mengkilat, berunti. Diameter tanpa pelepah antara 1-2,2cm, sedang dengan pelepah 1,5-3cm, panjang ruas 30-40cm. panjang daun 1-2m, mempunyai cirrus 1-1,5m, anak daun antara 15-20 helai tiap sisi rachis, berukuran 20-35cm x 6-9cm, bagian bawah daun berwarna merah karat. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunan:
a. Local : tikar lampit, tikar anyaman, ikat-ikatan.
b. Komersil : sering diperdagangkan, namun permintaan tidak kontinu.

5. Calamus pinicillatus Roxb
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq adalah: We pelas, sedangkan, sedangkan nama ilmiahnya adalah Calamus pinicillatus Roxb. Rotan ini ditemukan tumbuh pada tanah tergenang air sewaktu-waktu sampai tanah kering datar atau berbukit, dihutan alam atau banyak juga yang sudah dibudidayakan oleh penduduk setempat, berumpun.
Panjang batang dapat mencapai 30m bila tua, diameter batang tanpa pelepah antara 0,4-0,7cm, sedang dengan pelepah 0,5-0,8cm, panjang ruas rata-rata 25 cm, warna batang putih, bila lama terbuka hijau suram, tidak berunti. Panjang daun 0,5-1m, jumlah anak da rat-rata 15 helai tiap sisi rachis, tersusun berseling. Kedua anak daun ujung, bagian pangkalnya sampai 1/3. Buah dan bunga tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Local : ikat rumah, bahan perabot rumah tangga.
b. Komersil : diperdagang, dan merupakan komoditi ekspor.

6. Calamus manan Miq
Nama rotan daerah tersebut menurut bahasa Benuaq adalah: ngono, sedangkan nama ilmiahnya adalah Calamus manan Miq. Rotan ini ditemukan tumbuh soliter pada daerah kering datar sampai berbukit, pada hutan sekunder tua atau primer, sering juga ditanam oleh penduduk setempat pada limbo (kebun buah), karena buahnya dapat dimakan.
Panjang batang rotan tua dapat mencapai 100m tapi umumnya yang ditemukan antara 30-40m, diameter batnag antara 2-5cm, sedang panjang ruas 30-40cm, berwarna hijau tua atua kuning kotor bila tertutup pelepah atau serasah. Batang dengan pelepah diameternya antara 3,5-9cm, pelepah berduri yang tersusun rapat dalam baris, berwarna hiatm berukuran 3cm x 0,7cm. Panjang daun 5-8m, cirrus dapat mencapai 4meter, jumlah anak daun antara 35-50 helai tiap sisi rachis, hijau keabuan, berukuran 50-50cm x 6-9cm, berbentuk cekung seperti perahu. Buah bersisik warna putih kekuningan, berukuran 3x2cm, tersusun dalam baris-baris tangkai, axillaris, dapat dimakan, daging buah coklat kehijauan.
Kegunaan:
a. Local : kursi, lantai, lampit, penguat pinggir perabot rumah, buah dimakandan dijual di pasar setempat, bagian pangkal pelepah dan tangkai daun dipergunakan penduduk setempat sebagai parutan singkong.
b. Komersil : diperdagangkan dalam satuan batang berukuran 3.20 m.

7. Calamus scipionum Lour
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq adalah: We tuu, sedangkan nama ilmiahnya adalah Calamuas scipionum Lour. Rotan ini ditemukan tumbuh secara alam pada hutan sekunder dan primer, daerah kering sampai berbukit. Tiap rumpun terdiri dari 2-4 batang rotan, frekuensinya agak banyak didaerah tersebut.
Panjang batang tua dapat mencapai 60m atau lebih, diameter batang tanpa pelepah antara 2-4cm, ruas 50-100cm, berwarna hijau kotor, atau kekuningan bila tertutup pelepah atau serasah. Batang dengan pelepah diameternya antara 3-7cm, berwarna hijau, berduri berbentuk segitiga, agak jarang. Daun panjangnya 2-2,5cm, petioles panjangnya lebih 30cm. jumlah anak daun 40-60 x 6-8cm. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Local : lampit, lantai rumah, perabot rumah.
b. Komersil : diperdagangkan, dalam satuan batang sepanjang 3.20 m.

8. Calamus ornatus BI
Namadaerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq adalah: Sidokng, sedangkan nama ilmiahnya adalah Calamus ornatus BI. Rotan ini ditemukan soliter secara alam dihutan sekunder tua atau primer, pada daerah kering mulai datar sampai berbukit, ditemukan agak banyak didaerah tersebut.
Panjang batang tua dapat mencapai 60m atau lebih, diameter batang tanpa pelepah antara 2-5cm, sedang panjang ruas antara 30-35cm, warna batang tua tanpa pelepah hijau kotor, sedang bila tertutup pelepah atau serasah berwarna kekuningan. Diameter batang dengan pelepah 3-7m, mempunyai flagellum (duri kait yang berhadapan dengan tangkai daun), berukuran 10m atau lebih panjang. Daun dapat mencapai 4-5m panjangnya, sedang anak daun 20-30 helai tiap sisi rachis, dengan ukuran 50-80 x 5-8cm. Bunga dan buah tidak ditemukan; guide menyatakan bahwa buahnya berwarna merah, berukuran 3x2cm, dan dapat dimakan.
Kegunaan:
a. Local : lampit, penguat pinggir peralatan rumah tangga, buah dimakan.
b. Komersil : belum laku diperdagangkan.

9. Calamus exillis Griff
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq adalah: We pakus, sedangkan nama ilmiahnya adalah Calamus exillis Griff. Jenis rotan ini ditemukan tumbuh berumpun secara alam dihutan sekunder tua atau primer, tanah rawa tanah kering datar sampai perbukitan. Dikecamatan Damai ditemukan agak banyak jenis rotan ini.
Panjang antara 15-25m untuk rotan cukup tua, diameter batang tanpa pelepah antara0,4-0,9cm, berwarna hijau kalau tua sedang yang tertutup pelepah berwarna putih kekuningan. Diameter batang dengan pelepah berkisar antara 0,5-1,1cm, pelepah tidak berduri, panjang ruas berkisar antara 25-30cm. panjang daun antara 40-60cm, tangkai daun rata-rata 15cm, jumlah daun tiap sisi rachis antara 25-30 helai, ukuran anak daun berkisar antara 20-25 x 0,8-1cm, flagellum berkisar antara 1-1,5m panjangnya. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Local : sebagai bahan anyaman untuk perabot rumah dan alat pengikat.
b. Komersil : diperdagangkan, namun harga masih terlalu murah.

10. Calamus polystachyis Becc
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq adalah: We biungan, sedang nama ilmiahnya adalah Calamus polystachyis Becc. Rotan ini ditemukan tumbuh secara alam dalam jumlah yang sangat banyak pada daerah yang agak basah, daerah kering sampai berbukit, pada hutan sekunder tua sampai primer.
Panjang batang yang tua berkisar antara 20-35m, diameter batang berkisar antara 0,7-1,3cm, berwarna coklt kekuningan, tidak berunti, panjang ruas antara 18-25cm. batang dengan pelepah diameternya antara 0,9-1,6cm, berduri seperti rambut, berwarna hitam berukuran 3-4 x 1mm. panjang daun berkisar antara 1-2m, cirrus 50-60cm, jumlah anak daun setiap sisi rachis berkisar antara 50-60 helai, tersusun berturan, berukuran 30-40 cm x 1cm. Bunganya terbungkus dalam seludang, berwarna putih kekuningan, axillaris. Buah muda berwarna hijau, sedang yang tua berwarna merah, rasanya pahit.
Kegunaan:
a. Local : pengikat rumah, bahan anyaman perabot rumah tangga.
b. Komersil : belum bernilai komersil walaupun sudah banyak dimanfaatkan.

11. Calamus javensis BI
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq adalah: We merinai, sedang nama ilmiahnya adalah Calamus jevensis BI. Rotan ini ditemukan tumbuh berumpun pada daerah kering berbukit secara alam, pada hutan sekunder tua atau primer. Potensinya agak banyak pada daerah tersebut.
Panjang batang tua berkisar antara o,3-0,6m tanpa pelepah, berwarna hijau tua, sedang diameter pelepah antara 0,4-0,8cm, warna pelepah hijau muda, panjang ruas 25cm. panjang daun 25-35cm, jumlah anak daun 5-6 helai setiap rachis, anak daun bagian ujung kedua pangkalnya bersatu antara ½-5/4 panjanag sisisnya, dua anak dau pangkal mengapit batang rotan. Ukuran anak daun 15-20 cm x 5-6cm, pucuknya berwarna merah flagellum 0,5-0,75m. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaa:
a. Local : bahan perabot rumah tangga.
b. Komersil : kadang-kadang laku dipasaran, namun harga terlalu rendah.

12. Calamus tomentosus Becc
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq adalah: danan dakutn, sedang nama ilmiahnya adalah Calamus tomentosus Becc. Ditemukan tumbuh pada daratan rendah basah, dan daerah kering serta berbukit, berumpun. Potensinya didaerah tersebiut agak banyak.
Batangnya dapat mencapai 20m panjangnya, diameter batang tanpa pelepah 0,6-1,2cm berwarna hijau, berunti, panjang ruas 35-40cm. panjang daun berkisar antara 60cm-1m tangkai daun berkiasar antara 20-4-cm, anak daun jumlahnya 4-6 helai tiap sisi rachis, berbentuk romboit (hamper belah ketupat), berukuran 10-15 x 10-12cm, berwarna hijau keabuan. Bunga dan buah tidak ditemukan, namun menurut guide bunga berwarna puith kekuningan, dan rasnya agak manis.
Kegunaan:
a. Local : lantia rumah, ikat rumah, alat-alat rumah tangga.
b. Komersil : belum bernilai.

13. Calamus balingensis Furtado
Nama daerah rotan ini dalam bahasa Benuaq adalah: We slit, sedang nama ilmiahnya adalah Calamus balingensis Furtado. Rotan ini ditemukan soliter, pada daerah kering datar maupun berbukit, pada hutan primer atau sekunder tua. Potensi rotan tersebut besar di kecmatan Damai.
Batang tanpa pelepah diameternya berkisar antara 1-2cm, panjangnya dapat mencapai 40m, atau lebih, berunti, panjang ruas berkisar antara 10-15cm, berwarna hijau, kecuali batang yang baru terlepas dari pelepah atau tertutup serasah berwarna putih. Diameter batang dengan pelepah berkisar antara 1,5-2,3cm, berduri rapat berwarna agak coklat. Flagellum panjangnya dap[at mencapai 10m lebih. Panjang daun antara 1,5-2,5m panjang tangkai daun 40-50cm, jumlah anak daun berkisar antara 40-50 helai tiap sisi rachis, berhadapan. Panjang anak daun 25-30 x 1,5-2cm. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan;
a. Local : lantai rumah, tikar lampit, ganggang pancing, penguat pinggir anyaman.
b. Komersil : rotan tersebut belum laku dipasaran, walaupun potensinya besar.

14. Calamus of castaneus Griff
Nama rotan ini menurut bahasa Benuaq adalah: Meletar, sedang nama ilmiahnya berdasarkan cirri-ciri morfologis yang ada penulis mengira adalah Calamus of castaneus Griff. Rotan ini ditemukan tumbuh berumpun pada daerah rawa tanah kering sampai berbukit pada hutan primer. Potensinya tidak terlalu besar didaerah tersebut.
Panjang batang tua dapat mencapai 40m, sedang diameter batang tanpa pelepah berkisar antara 1,2-2,2cm, panjang ruas antara 30-40cm, diameter batang dengan pelepah berkisar antara 1,5-2,5cm. panjang daun antara 1,5-2,5m, jumlah anak daun 30-40 helai tiap sisi rachis, ukuran anak daun 40-60 x 3-3,5cm, tidak mempunyai cirrus dan flagellum. Pelepah hijau, berduri agak rapat, berwarna coklat. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Local : tikar lampit, peralatan rumah tangga.
b. Komersil : belum bernilai.

15. Calamus pycnocarpus (Furtado) Dransfield
Nama daerah rotan ini menurut bahasa Benuaq adalah:We semuli, sedang nama ilmiahnya adalah Calamus pycnocarpus (Furtado) Dransfield. Rotan ini tumbuh berumpun pada tanah datar kering sampai berbukit, pada hutan primer. Ditemukan sedikit didaerah tersebut.
Panjang batang antara 20-30m, berwarna hijau, dan putih bila dijemur, berunti. Diameter batang tanpa pelepah berkisar antara 0,6-1,7cm, sedang dengan pelepah 0,9-2,0cm. panjang ruas 25-30cm, pelepah berwarna hijau muda, berduri kekuningan pangkalnya, sedang ujungnya berwarna hitam. Panjang daun berkisar antara 50-80cm, 4 anak daun bagian ujung, bagian pangkal helainya menggabung menjadi satu. Rotan muda bila batangnya dipotong mengeluarkan getah putih susu. Panjang anak daun berkisar antara 25-30 x 5-8cm, bawah daun agak abu-abu. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Local : tikar lampit, ikat rumah, bahan anyaman.
b. Komersil : tidak laku dipasaran, tapi sering dicampur dengan Calamus caesius BI, karena bentuk batangnya mirip.

16. Demonorops grandis (Griff) Mart.
Nama daerah rotan ini menurut bahasa Benuaq adalah: siit panukng, sedang nama ilmiahnya adalah Daemonorops grandis (Griff) Mart. Rotan ini tumbuh pada dataran rendah berair, gambut sampai pada daerah berbukit, berumpun, ditemukan sedikit pada daerah tersebut.
Panjang batang bisa mencapai 40m, berwarna hijau bila tua, diameter batang tanpa pelepah berkisar antara 1-2cm, panjang ruas 25-30cm, diameter batang dengan pelepah 1,5-2,5cm. Warna pelepah hijau muda sampai coklat muda, berduri warna kehitaman, panjang 2-4cm, htai rotan kuning. Panjang daun berkisar antara 3-3,5m, petiole kira-kira 1cm, cirrus 1-2m. jumlah anak daun berkisar antara 25-35 helai tiap sisi rachis berukuran 30-40cm x3,5-4,5 cm, berwarna hijau keabuan. Buah axillaris, terbungkus dalam seludang, bergerombol, berwarna coklat kemerahan, berdiameter ± 1cm, bunder, tak bisa dimakan.
Kegunaan:
a. Local : lantai rumah, tangkai pancing, penguat pinggiran nyiru dan perabotan rumah.
b. Komersil : belum bernilai.

17. Daemonorops hallieriana Becc
Nama daerah rotan ini menurut bahasa Benuaq adalah: ia, sedang nama ilmiahnya adalah Daemonorops hallieriana Becc. Rotan ini ditemukan tumbuh berumpun pada tanah datar kering sampai berbukit, pada hutan primer dan sekunder tua, potensinya berlimpah pada daerah tersebut.
Batang dapat mencapai 20-30m panjangnya, berwarna coklat tua, panjang ruas berkisara antara 20-30cm, buku-bukunya bercincin dalam, diameter batang tanpa pelepah 0,9-1,8cm, dengan pelepah 1,2-2,5cm. Panjang daun 2,0-2,5m, cirrus panjangnya 30-50cm, jumlah anak daun berkisar antara 30-35-2-3cm, pada tulang daun berduri berwarna kekuningan. Daun muda ukurannya 50-70cm, pangkal anak daunnya menggabung. Pelepah berduri agak rapat berwarna kekuningan.
Kegunaan:
a. Local : umumnya dimakan sebagai sayur/diperjual belikan dipasar setempat, lantai rumah, kurungan ayam, bubu.
b. Komersil : belum bernilai.

18. Daemonorops angustifolia Mart
Nama daerah rotan ini dalam bahasa Benuaq adalah : kotok, sedangkan nama ilmiah rotan tersebut adalah Daemonorops angustifolia Mart. Rotan ini ditemukan tumbuh berumpun pada daerah yang sewaktu-waktu tergenang air bila banjir daerah rawa dan pinggir sungai Kedang Pahu, pada hutan sekunder tua maupun primer, sangat berlimpah pada daerah tersebut.
Panjang batang rotan tersebut dapat mencapai 40m, batang tua berwarna hijau kotor, diameter batang tanpa pelepah antara 1-2cm, sedang dengan pelepah 1,3-2,5cm, panjang ruas berkisar antara 30-40cm, tidak berunti. Panjang daun berkisar antara 1,5-2,5m, jumlah anak daun berkisar antara 40-80 hekai berukuran 35-40 x 1,5-2cm. Panjang cirrus 0,8-1cm, daun muda berwarna coklat kemerahan. Bunga: mayangnya kekuningan, tersimpan dalam seludang, buah berkelompok dalam tangkai-tangkai, berdiameter 0,8-1cm, bundar, berwarna hijau bila muda, sedang masak berwarna coklat, axillaris.
Kegunaan:
a. Local : tikar lampit, lantai rumah, alat rumah tangga.

19. Ceratolobus kingianus Becc
Nama rotan ini menurut bahasa Benuaq adalah: pelas pegekng, sedang nama ilmiahnya adalah Ceratolobus kingianus Becc. Rotan ini ditemukan tumbuh berumpun pada tanah datar kering sampai berbukit, frekuensinya/potensinya didaerah tersebut tidak terlalu besar batang dapat mencapai 15m, berdiameter antara 0,3-0,7cm.
Panjang daun berkisar antara 1,0-1,5cm, petiole antara 10-20cm, cirrus panjangnya antara 30-50cm. Banyak anak daun pada tiap sisi rachis berkisar antara 6-10 helai berukuran 20-25 x 11cm, rhomboid, bagian bawah anak daun terdapat semacam tepung berwarna abu-abu. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Lokal : alat pengikat lantai.
b. Komersil : belum bernilai.

20. Korthalsia echinometra Becc
Nama daerah rotan ini menurut bahasa Benuaq adalah : we meaq, sedang nama ilmiahnya adalah Korthalsia echinometra Becc. Rotan ini ditemukan tumbuh berumpun dengan jumlah batang berkisar antara 30-50m, tiap rumpun hidup pada tanah kering datar sampai berbukit pada hutan primer ataupun sekunder tua.
Panjang batang dapat mencapai 30m atau lebih, batang tanpa pelepah berwarna merah tua, pelepah berwarna coklat, berduri dan menggelembung dan sering menjadi sarang semut. Diameter batang berkisar antara 0,8-1,6m, panjang ruas berkisar antara 12-15cm. panjang daun berkisar antara 1,5-1,8m, petioles antara 10-15cm, cirrus 50-70cm, anak daun berjumlah antara 20-35 helai tiap sisi rachis, berukuran 30-40 x 2-3cm, bagian bawah berwarna abu-abu, sedang bagian atas berwarna hijau tua.
Kegunaan:
a. Lokal : karena rotan ini awet, maka banyak digunakan sebagai ikat rumah, perabotan rumah tangga dan lantai rumah.
b. Komersi : belum bernilai.

21. Korthalsia rigida BI
Nama daerah rotan ini menurut bahasa Benuaq adalah : danan, sedang nama ilmiahnya adalah Korthalsia rigida BI. Rotan ini ditemukan tumbuh berumpun pada tanah rawa sampai berbukit dan tiap rumpun berkisar antara 10-25 batang.
Batang berwarna coklat kehitaman, panjangnya bisa mencapai 35m atau lebih, berdiameter antara 1,5-3cm, sedangkan panjang ruas berkisar antara 50-70cm, anak daun berbentuk belah ketupat (rhomboid) berukuran 15-20 x 10-13cm berjumlah 5-7 helai tiap sisi rachis, berwarna hijau kotor. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Lokal : untuk lantai rumah, alat penangkap ikan.
b. Komersil : belum bernilai.

22. Korthalsia scaphigera Griff ex Mart
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq adlah : we lalutn, sedang nama ilmiahnya adalah Korthalsia Scaphigera Griff ex Mart. Rotan ini ditemukan tumbuh berumpun pada daerah-daerah yang sewaktu-waktu tergenang air atau tepi sungai dan setiap rumpun berkisar antara 5-40 batang frekuensi dan potensinya banyak didaerah tersebut.
Panjang batang bisa mencapai 25m, diameter batang tanpa pelepah berkisar antara 0,5-0,9cm panjang ruas 15-20cm, batang tidak berunti dan warna agak kemerahan. Panjang daun berkisar antara 40-75cm, berduri kait (cirrus) 20-35cm, anak daun berbentuk layang-layang, bagian bawah daun terdapat warna merah karat, berjumlah 6-12 helai tiap sisi rachis, pelepah terdapat gelembung yang sering didiami semut. Bunga dan buah ntidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Lokal : bahan ikat-ikatan, kerajinan tangan.
b. Komersil : belum bernilai.

23. Plectocomiopsis corneri Furtado
Nama daerah rotan tersebut menurut bahasa Benuaq adalah : bengkia, sedang nama ilmiahnya adalah Plectocomiopsis corneri Furtado. Rotan ini ditemukan pada tanah kering, datar, berbukit, agak berpasir atau bukit pinggir sungai, pada hutan primer atau sekunder tua, potensinya banyak didaerah tersebut.
Panjang batang dapat mencapai 35m atau lebih, diameter batang tanpa pelepah 1-2cm, panjang ruas 30-40cm, warna batang hijau kekuningan, pelepah batanag tidak berduri, berwarna hijau keperakan. Panjang daun 2-2,5m, cirrus 60-100cm, anak daun berjumlah 8-10 helai tiap sisi, berukuran 25-30cm x 7cm, berwarna hijau tua, bundar berukuran 2,5x3cm, umbut dan buah rotan ini beracun.
Kegunaan:
a. Lokal : lantai rumah.
b. Komersil : belum bernilai.

24. Plectocomia of muelleri BI
Nama rotan ini menurut bahasa Benuaq adalah : we idai, sedangkan berdasarkan ciri-ciri morfologisnya penulis mengira nama ilmiah rotan tersebiat adalah Pectocomia of muelleri BI. Rotan ini ditemukan tumbuh beruntun pada tanah kering datar sampai berbukit pada hutan primer atau sekunder tua, ditemukan agak banyak didaerah tersebut.
Panjang batang dapat mencapai 35m atau lebih, berdiameter tanpa pelepah 1-2cm, dengan pelepah 2-3cm, pada pelepah terdapat semacam tepung berwarna putih. Panjang daun 2-3m, cirrus antara 1,5-2m, anak daun berukuran 30-35 x 8cm, agak licin, jumlah anak daun 25-30 hekai tiap sisi rachis. Bunga dan buah tidak dapat ditemukan, menurut guide setempat buah dan umbutnya beracun.
Kegunaan:
a. Lokal : lantai rumah, ikat rumah.
b. Komersil : tidak bernilai.

25. Calamus sp
Nama daerah rotan ini menurut bahasa Benuaq adalah : jepukng bawo, sedang nama ilmiahnya sampai tingkat spesies belum diketahui. Tumbuh berumpun pada tanah kering datar sampai berbukit, pada hutan primer atau sekunder tua ditemukan dalam jumlah sedikit.
Panjang batang 10-15m, sedang diameter batang 0,3-0,6cm, panjang ruas 12-13cm. panjang daun berkisar antara 40-50cm, cirrus 30-5-cm, anak daun 9-12 helai tiap sisi rachis, linier, berkuran antara 15-16cm x 0,8-1cm, ujung anak daun berekor (caudatus) berbulu jarang berwarna coklat. Pelepah daun melutut, duri berwarna coklat berukuran panjang 1-4 x 5cm, agak jarang. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Lokal : ikat lantai rumah, ikat bubu dan perangkap ikan lainnya.
b. Komersil : dapat dijual.

26. Calamus sp
Nama daerah rotan ini menurut bahasa Benuaq adalah : we laat, sedang nama ilmiahnya sampai tingkat spesies belum diketahui oleh penulis. Tumbuh berumpun pada tanah kering datar sampai berbukit, pada hutan primer atau sekunder tua ditemukan dalam jumlah sedikit.
Panjang batang tua dapat mencapai 30m, diameter batang 0,7-1,3cm, berwarna hijau sedang yang baru lepas dari pelepah berwarna kuning. Panjang ruas berkisar antara 15-20cm. panjang daun 60-80cm, cirrus 20-30cm, anak daun berhadapan berseling sepasang-sepasang, 8-10 helai tiap sisi rachis, berukuran antara 18-22 x 3-3,5cm, pada ujung daun berekor dan berwarna kecoklatan. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Lokal : untuk bahan baku kerajinan tangan/ peralatan rumah tangga, jermat, ikat rumah, ikat beliung.
b. Komersial : kadang-kadang laku dijual.

27 Calamus sp
Nama daerah rotan ini menurut bahasa Benuaq adalah : we keheh, sedang nama ilmiahnya sampai tingkat spesies belum diketahui oleh penulis. Tumbuh pada tanah datar sampai berbukit pada hutan primer atau sekunder tua dan sering juga dibudidayakan bersama-sama dengan rotan sega, ditemukan banyak di daerah tersebut.
Panjang batang tua 20-30m, berwarna hijau tua, berunti, diameter batang 0,4-0,6cm, panjang ruas 20-24cm. panjang daun 40-60cm, anak daun 4-5 helai tiap sisi rachis, kedua anak daun paling ujung, bagian pangkalnya bersatu sampai ¼ panjangnya, ukuran daun 20-25 x 3-3,3cm. Bunga dan buah tidak ditemukan.
Kegunaan:
a. Lokal : untuk tikar, ikat rumah, dan kerajinan rumah tangga lainnya.
b. Komersil : dijualn, tetapi harganya murah/rendah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s