Pembangunan Dan Konservasi

Pembangunan bertujuan untuk menaikkan tingkat hidup dan kesejahteraan manusia (baca: mutu hidup). Mutu hidup dapat diartikan sebagai derajat dipenuhinya kebutuhan dasar (esensial), dan pembangunan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut dengan lebih baik. Pada prinsipnya pembangunan masih harus diteruskan karena masih banyak kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.
Di lain pihak, pembangunan juga mempunyai konsekuensi atau beresiko dalam hal :

  • Perubahan lingkungan/bentang alam
  • Meningkatnya pemanfaatan sumber daya alam
  • Perubahan tata ruang
  • Munculnya dampak.

Esensi pembangunan di atas adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga kita dihadapkan pada 2 pilihan (alternatif) : biarkan alam begitu saja atau kualitas lingkungannya yang perlu kita jaga.
Dalam usaha memperbaiki mutu hidup, pembangunan harus berkelanjutan dalam arti bahwa harus dijaga agar kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan mencapai tingkat yang lebih tinggi dan tidak menjadi rusak. Kalau terjadi kerusakan bukannya perbaikan mutu hidup yang akan dicapai, melainkan justru kemerosotan dan kalau kerusakan terlalu parah dapat terjadi kepunahan kehidupan itu sendiri.
Dalam konteks ini, konservasi berperan sebagai “kontrol” dan “penyeimbang” pembangunan dalam rangka memperbaiki mutu hidup manusia.
Konservasi (conservation) berasal dari bahasa latin “conserwase” (con: together, seware: keep), yang terjemahan bebasnya kira-kira “keep what we have” (menjaga apa yang kita miliki).
Beberapa pengertian konservasi:

  • American definition:

“Conservation is the use of natural resources for the greatest good to the greatest people for the largest time.”

  • Aldo Leopold:

“Conservation as a state of harmony between man and the land”.

  • Eugene P. Odum:

“Conservation in the broadest sense is probably the most important application of ecology”

  • Spenser Havlick:

“Modern conservation as an operational collection of ecological knowledge and skill applied in a way to understand and manage as many consequences of an environmental activity as possible in keeping with the expectations of all participants – plants and animals including man.”
Konservasi mempunyai asas:

  • Suatu sistem ekologi, dimana terdapat hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.
  • Sumber daya alam dapat digunakan manusia sebijaksana mungkin, agar dapat pula dinikmati oleh generasi berikutnya.

Prinsip-prinsip konservasi sumber daya alam:

  • Preservation dan Protection

Pengawetan dan perlindungan dari kerusakan. Cenderung dibiarkan apa adanya.

  • Restoration

Perbaikan dan pemulihan

  • Beneficiation (upgrading a resource)

Peningkatan manfaat sumber daya alam. Pengembangan teknologi untuk meningkatkan kemanfaatan SDA tertentu.

  • Substitution

Mengganti SDA yang jumlahnya terbatas dengan yang lebih melimpah ketersediannya, dimana telah diketahui sebagai penggantinya.

  • Maximization

Mengurangi limbah dengan penggunaan suatu SDA dengan lebih efisien. “Cut out and get out”.

  • Reusing and Recycling

Penggunaan kembali dan daur ulang.

  • Integration

Pemanfaatan suatu SDA tidak mengurangi kemanfaatan SDA yang lain.

  • Reserve

Mencadangkan untuk masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s