METODE PEMETAAN PARTISIPATIF

A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Prangat Baru Kecamatan Marang Kayu Kabupaten Kutai Kartanegara. Sedangkan proses pengolahan dan analisis data dilakukan di Laboratorium Perencanaan dan Inventarisasi Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman.
Waktu penelitian dilakukan selama ± 5 (lima) bulan efektif. Meliputi studi kepustakaan, persiapan dan orientasi lapangan, pengambilan data di lapangan, pengolahan dan analisis data, konsultasi dengan dosen pembimbing serta penyusunan skripsi.
B. Bahan dan Peralatan
Bahan dan peralatan yang digunakan selama melakukan penelitian antara lain:
1. Meteran (pita ukur), untuk pengukuran jarak lapang
2. Kompas, untuk menentukan azimuth
3. Klinometer, untuk mengukur helling/kemiringan
4. Alat tulis ukur gambar (pensil, spidol, penggaris, busur derajat)
5. Peta Rupa Bumi Indonesia, skala 1 : 50.000 dan peta referensi lainnya
6. Tally sheet/buku ukur lapangan
7. Kertas millimeter sebagai media sketsa hasil pengukuran di lapangan
8. Kertas kalkir sebagai media penggambaran peta
9. Kalkulator digunakan sebagai pengolahan data di lapangan
10. GPS untuk mengambil titik koordinat di lapangan
11. Kamera digunakan untuk dokumentasi visual
12. Seperangkat komputer, dengan program ArcMap 10.

C. Prosedur Penelitian
1. Studi Pustaka
Studi pustaka meliputi kegiatan mempelajari teori yang relevan dengan tema penelitian dan mengumpulkan data sekunder yang diperlukan untuk menunjang kegiatan penelitian, baik berupa peta administrasi desa, sebaran penduduk, potensi sumber daya alam (SDA), termasuk laporan kegiatan maupun keterangan-keterangan lisan atau masukan dari berbagai nara sumber.
2. Orientasi Lapangan
Orientasi lapangan dimaksudkan untuk mendapatkan data dan informasi secara langsung yang akan dijadikan tempat penelitian serta mempelajari kondisi lapangan secara umum dalam menentukan jalur/daerah pengukuran. Tujuan orientasi lapangan ini adalah untuk menentukan cara, metode, strategi dan langkah-langkah yang akan dilakukan pada saat pengukuran di lapangan.
3. Pengambilan Data Lapangan
Tahapan-tahapan pengambilan data di lapangan antara lain:
a. Melakukan sosialisasi tentang ide penelitian serta tujuan dari penelitian
b. Pembahasan metode yang digunakan kepada masyarakat
c. Memberikan pengetahuan dan pelatihan singkat bagaimana cara pengambilan data di lapangan.
d. Pengukuran di lapangan
Pengukuran di lapangan dilakukan secara bersama-sama dengan masyarakat yang telah dilatih berperan sebagai operator pengukuran dan sebagai navigator dan sumber informasi, sedangkan peneliti hanya sebagi pencatat dan pengumpul data/informasi.
Data-data yang diambil dari pengukuran lapangan adalah:
 Azimuth
 Kelerengan
 Jarak lapang
 Informasi penggunaan lahan/keterangan lainnya
Untuk kegiatan pengumpulan data, tally sheet yang digunakan adalah:
Tabel 1. Tally sheet pengukuran di lapangan
Titik Jarak Azimuth Helling
(o) Keterangan
Lapang Datar Muka Belakang Kanan Kiri
1
2
3
dst

Selain pengukuran dengan menggunakan kompas seperti pada Tabel 1 diatas, juga dilakukan pengukuran dengan menggunakan GPS untuk mengambil titik koordinat secara geografis pada tempat-tempat tertentu yang dianggap penting sebagai data penunjang.
Tally sheet data titik koordinat secara geografis tersaji pada tabel berikut:
Tabel 2. Tally sheet pengukuran koordinat dengan GPS

Titik Koordinat geografis Koordinat UTM
Keterangan
LS BT X Y
1
2
3
dst

4. Pembuatan Peta
Pembuatan peta dilakukan dengan peralatan sederhana seperti busur derajat, mistar/penggaris, kalkulator, kertas millimeter, pensil dan kalkulator. Penggambaran peta dikerjakan bersama-sama dengan masyarakat, meliputi panggambaran jalur, polygon, letak/posisi dengan inisial tertentu.
Adapun tahapan pembuatan peta yang dilakukan dengan masyarakat adalah sebagai berikut:
a. Menentukan skala yang akan digunakan sesuai dengan ukuran kertas serta objek yang akan digambar atau dipetakan. Gambar dibuat pada kertas milimeter dengan menggunakan busur derajat, penggaris, pensil, penghapus, dan kalkulator.
b. Menentukan titik awal, dengan pertimbangan obyek yang akan dipetakan, skala peta yang dipergunakan dan ukuran kertas.
c. Jika titik awal telah ditentukan, pemetaan jarak dan azimuth tiap-tiap trayek ukuran dapat dilakukan, sebelumnya jarak lapangan harus dikonversi menjadi jarak bidang datar, dengan rumus :
Jarak Datar = Jarak Lapang x Cos α
d. Untuk memudahkan dalam pengenalan dan pembacaan peta, maka masing-masing obyek yang dipetakan menggunakan simbol-simbol tertentu dan pewarnaan dengan menggunakan spidol warna dan crayon.
e. Penggambaran peta sesegera mungkin dilakukan setelah pengukuran di lapangan, atas pertimbangan memudahkan dalam mengingat situasi lapangan untuk dipetakan.
5. Wawancara dan Diskusi
Wawancara dan diskusi dilaksanakan pada saat melakukan kegiatan pengukuran bersama masyarakat maupun dengan melakukan kunjungan kerumah-rumah penduduk. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui dan menggali informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan oleh masyarakat desa sekitar.

D. Pengolahan dan Analisis Data
Analisis data dilakukan setelah pengolahan data hasil penelitian selesai. Hasil penelitian dan pengumpulan data diolah dengan menggunakan komputer berbasis SIG, karena komputer berbasis SIG ini dapat digunakan untuk mengolah serta menganalisis data spasial dan data atribut.
Dasar dari Pembuatan peta di komputer adalah peta yang dibuat bersama masyarakat (peta analog), yang kemudian dioverlay dengan peta rupa bumi Indonesia Skala 1 : 50.000, dan Peta Administrasi Kabupaten Kutai Kartanegara Skala 1 : 500.000 (peta digital), dengan pertimbangan memastikan titik koordinat hasil pengukuran GPS di lapangan.
Tahapan yang dilakukan untuk membuat peta secara digital adalah sebagai berikut:
a. Pemasukan Data (inputting)
Data terdiri dari data spasial dan non spasial, yang diperoleh dari:
 Data hasil pengukuran di lapangan
 Data sekunder dari catatan statistik atau sumber lainnya
 Peta-peta yang telah ada
Dari data diatas dikelompokkan sesuai dengan judul peta yang akan ditampilkan, sehingga masing – masing kelompok data dapat memberikan gambaran geografis wilayah tersebut, baik mengenai pamanfaatan lahan, demografi (kependudukan), fasilitas umum (sekolahan, tempat ibadah) dan daerah permukiman. Data tersebut merupakan data spasial berbentuk vektor yang ditampilkan jenis atau kelas informasi berdasarkan tema tertentu. Sedangkan data pengukuran lapangan merupakan data primer baik yang didapat dengan menggunakan alat ukur maupun hasil orientasi.
b. Digitasi
Digitasi peta merupakan salah satu cara mengubah data analog ke format digital, melalui preangkat meja digitasi, pena digitasi dan perangkat lunak sebagai penerjamah data analog ke digital. Secara garis besar data dapat diterjemahkan dalam suatu titik koordinat (x,y).
c. Peyuntingan (editing)
Editing merupakan rangkaian perbaikan terhadap kesalahan yang terjadi dalam proses digitasi, seperti garis-garis putus, terhadap closing error pada polygon tertutup atau garis yang terlalu pandek atau terlalu panjang. Dan kegiatan penyuntingan adalah salah satu tahap terpenting untuk menghasilkan peta yang akurat, karena akan mempengaruhi informasi yang akan disampaikan dan tampilan peta.
d. Penyelesaian (finishing)
Proses selanjutnya adalah mengatur garis seperti mengatur tebal tipisnya dan membuat garis agar tidak kelihatan patah-patah, karena garis yang dihasilkan dari proses digitasi adalah garis yang zigzag atau bersudut, sehingga agar garis yang dihasilkan terlihat baik maka garis tersebut dibuat berlekuk halus.
e. Verifikasi dan Klasifikasi
Verifikasi perlu terutama mengenai informasi yang akan ditampilkan pada peta, hal ini dimaksudkan agar informasi yang disampaikan sesuai apa yang ada di lapangan, baik mengenai letak atau tempat pemilik lahan, batas wilayah desa, sungai atau nama suatu tempat yang dianggap sakral (kramat) dan lain-lain, dengan pertimbangan bahwa, ada pihak lain yang menggunakan peta hasil pemetaan pertisipatif ini sebagai bahan informasi dan referensi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s