HOME RANGE DAN TERRITORY SATWA LIAR

A. HOME RANGE
Home range adalah daerah dimana hewan tersebut hidup. Home range hewan adalah suatu tempat di mana hewan–hewan tersebut menutupi/berkisaran pada tempat tersebut untuk mencari makan, kawanan, dan lain–lainnya. Daerah jelajah ini tidak hanya dihuni oleh satu spesies saja. Di dalan home range tidak terjadi tingkah laku yang agresif. Sebuah home range mungkin akan dipertahankan oleh sebagian atau seluruh spesies yang berada pada wilayah tersebut. Bagaimanapun, dominansi mungkin terjadi antara individu dengan banyak home range, dan individu yang tidak dominan menjaga jarak dari individu yang dominan. Keduanya memiliki porsi area yang sama untuk menghindari kontak antar keduanya.
Umumnya home range tidak mempunyai batas yang jelas. Distribusi makanan tidak beraturan. Ukuran home range bergantung pad ukuran tubuh hewan. Umumnya mamalia dengan tubuh besar memiliki home range yang lebih daripada mamalia yang bertubuh kecil. Karnivora memiliki home range yang lebih besar daripada omnivor dan herbivor. Pejantan dan hewan dewasa memiliki home range yang lebih luas daripada betina dan anak-anak. Home range omnivora dan herbivora akan meningkat seiring dengan bertambahnya ukuran tubuh.
Seperti daerah territori, home range juga memiliki keuntungan. Hewan lebih mudah mengenal tempatnya mencari makan dan mengenali musuh dengan energi yang minimum.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Daerah Jelajah

1. Distribusi makanan dan perlindungan

Distribusi makanan dan perlindungan yang tidak teratur akan membuat daerah jelajah juga menjadi tidak teratur

2.  Kedatangan musuh atau spesies lain

Kedatangan spesies lain dalam suatu daerah jelajah tidak terjadi setiap hari, namun apabila spesies tersebut tidak bisa mempertahankan daerah kekusaannya, daerah tersebut akan diambil alih oleh spesies lain.
3. Ukuran tubuh
Hewan yang mempunyai ukuran tubuh besar maka memiliki home range yang lebih besar, dan karnivora pada umumnya memiliki home range yang lebih besar daripada herbivora dan omnivora dari ukuran yang sama. Pejantan dan hewan yang sudah dewasa memiliki home range yang lebih besar daripada betina dan hewan yang masih muda. Berat badan sendiri kurang memberikan kontribusi terhadap pertambahan laju yang mendekati konstan sebagai masa pertambahan berat tubuh diantara karnivora home range bertambah pertambahan laju berat tubuh yang lebih besar.

Sifat – Sifat dari Daerah Jelajah
1. .Daerah jelajah dikatakan tidak nyata jika manusia yang mengatur statistik dari kegiatan hewan – hewan tersebut misalnya dalam hal pergerakan hewan tiap waktu, misalnya suatu daerah konservasi hewan – hewan yang dibuat manusia.
2. Daerah jelajah dikatakan nyata jika hal ini terjadi pada hutan yang belum terjamah manusia, karena hewan – hewan sudah memiliki instink untuk mengenali daerah jelajahnya sendiri.
3. Daerah jelajah bersifat dinamais, yang berarti statistiknya akan berubah – ubah dari tiap waktu ke waktu.
· Bagian – Bagian dari Daerah Jelajah
1. Umumnya derah jelajah memiliki beberapa area, yaitu:Important area, area ini merupakan area yang penting bagi hewan untuk mempertahankan daerah jelajahnya.
2. Unimportant area, area ini mungkin tidak menguntungkan bagi hewan untuk menempatinya.
3. Occasional sally, area ini biasanya merupakan area masuk dari spesies lain yang dianggap sebagai musuh.
4. Core, area ini merupakan area besar yang masih mungkin bisa untuk memperluas daerah jelajah bagi hewan – hewan disekitarnya.
· Daerah Jelajajah yang Optimal
1. Daerah yang memiliki banyak sumber makanan
2. Luas area yang sesuai dengan sumber makanan, sehingga menghemat energi untuk mencari sumber makanan
3. Daerah dimana penghuninya dapat bergerak dengan bebas dan leluasa di dalamnya.

B. TERRITORY

Territori adalah suatu tempat di mana hewan – hewan yang berada dalam daerah jelajah ingin menguasai tempat dari seluruh atau sebagian daerah jelajah untuk spesiesnya sendiri. Umumnya mereka berkumpul pada tempat kekuasannya, misalnya dalam sarang, ataupun liang. Tingkah laku territory ini berfungsi untuk memisahkan spesiesnya dari spesies yang lain, sehingga mereka dapat tehindar dari kompetisi dari spesies lain dan dapat berkembang biak dengan baik.

Tipe-tipe territori :
Tipe-tipe territori ini dibedakan atas dasar lamanya tiap-tiap hewan yang mempertahankannya. Ada beberapa tipe territori :
1. Breeding territory. Territori yang dipertahankan hanya sampai setelah akhir musim kawin. Seperti yang dilakukan oleh tikus air (muskrats), sekelompokm hewan ini hanya mempertahankan wilayah/territorinya hanya sampai musim kawin, setelah itu wilayahnya akan dibiarkan hancur/rusak.

2. Mating and nesting territory. Territori yang dipertahankan selama perkawinan sampai bersarang dalam rangka membesarkan anaknya. Contohnya pada burung Elang yang meninggalkan anaknya pada sarang dan induknya mencari makan di tempat lain. Hal ini dilakukan sampai anaknya mencapai umur yang optimal untuk dapat bertahan di alam.
3. Feeding territory. Merupakan territori yang dipertahankan karena wilayah tersebut kaya akan sumber daya makanan yang dibutuhkan oleh organisme tersebut. Contohnya hal ini dilakukan oleh Humingbird dan Tupai yang mempertahankan suatu wilayah karena mereka menganggap bahwa wilayah yang kaya akan makanan tersebut hanya dapat ditemukan disitu sehingga mereka mempertahankan wilayah tersebut.

Tujuan pertahanan territori :

Semua hewan membentuk territori sebagai tempat hidup mereka. Pemilik dari tiap territori ini harus mempertahankan wilayahnya dari serangan pengacau. Di awal pembentukan territori ini akan banyak konflik yang terjadi antara jenis satu dengan yang lain. Misalnya burung, katak, dan serangga, biasanya mempertahankan wilayah/territorinya dengan cara bernyanyi dari beberapa titik. Nyanyian tersebut bertujuan sebagai tanda kepada musuh yang ingin merebut wilayah tersebut agar tidak mencoba untuk menduduki wilayah tersebut.
Pada burung terjadi perubahan pola lagu/nyayian yang bertujuan sebagai simbol yang menunjukkan bahwa di territori itu terdapat dari satu pejantan. Lagu ini sangat efektif dalam menjaga jarak antar individu yang bukan anggota dari kelompok territori tersubut. Apabila seekor burung pejantan pergi dari territori tersebut akan dengan cepat dapat digantikan oleh kedudukan pejantan lainnya. Tetapi apabila nyayian dari pejantan yang pergi tersebut masih dinyanyikan dalam territori tersebut maka akan membuat pejantan yang lain tidak berani mengantikan kedudukan pejantan yang lainnya (menjaga jarak dari territori tersebut). Tetapi apabila lagu tersebut gagal dinyanyikan, maka pengacau akan berhadapan langsung dengan pemegang kekuasaan dan berusaha merebut territori tersebut. Biasanya pemilik territori akan mengintimidasi penyerbunya dan berusahanya mendorongnya keluar dari territori. Jika intimidasi gagal dan pemilik kekuasaan berhasil diserang serta ditangkap penyerbu. Maka dengan mudah penyerbu akan menduduki territori tersebut.
Pendudukan wilayah baru ini diawali dari musim semi ketika banyak terdapat capung di tepi kolam sebagai sumber makanan agi sekelompok burung yang baru tersebut.Beberapa hewan mempertahankan territorinya dengan cara yang cerdik, yaitu dengan memberikan aroma sebagai marker wilayah territorinya. Contohnya pada srigala dan anjing hutan menandai wilayah territorinya dengan membuang urinnya pada titik yang dianggap sebagai territorinya. Tanda ini memperingatkan spesies kawanannya mengenai territorinya. Hal terpenting dari tanda tersebut untuk memberitahukan kepada kelompok srigala tersebut bahwa mereka punya wilaah tersendiri dan melarang mereka utuk tidak berkeliaan di dalam territori musuh.
Untuk beberapa hewan mendapatkan dan mempertahankan sumber kebutuhan seperti misalnya makanan dan menjauhi resiko pemangsa. Untuk hewan lain yaitu untuk perkawinan. Apapun itu, alasan utama dari tiap hewan tersebut adalah untuk memperoleh keuntungan, untuk meninggkatkan probabilitas bertahannya dan untuk memperbaiki keberhasilan reproduksinya. Singkatnya, denga mempertahan territorinya individu akan menggeser kedudukan spesies lain ke wilayah yang tidak optimal dengan tujuan spesies lain tersebut menurun tingkat produktivitasnya dan di sisi lain populasinya akan ters mengalami peningkatan.
Kepemilikan home range memberikan keuntungan-keuntungan tertentu. Hewan menjadi familiar dengan daerah lokal, dimana dia menemukan makanan, perlindungan dan tempat lari dari musuh lain dengan mengeluarkan energi minimum. Hal tersebut dapat mendefinisikan serangkaian rute lari untuk menemukan dan melewati rute sumber makanan seiring dengan perjalanan tahun itu.
· Ukuran territori
Untuk beberapa hewan, misalnya pada burung, mereka tidak memperdulikan pada ukuran territori. Tetapi mereka lebih memperhatikan mengenai kualitas dari territori tersebut. Para pejantan akan lebih memilih menduduki territori yang lebih baik daripada induk. Baik tidaknya territori dapat dilihat dari ragam vegetasi yang digunakan untuk bersarang dan mencari makan.
Seperti misalnya pada Hummingbird dan Hawaiian honeycreepers akan mempertahankan territorinya yang menyediakan sumber bahan utama makanannya dari bunga berupa nectar. Tetapi apabila territori tersebut memiliki sumber daya yang melimpah maka burung tersebut akan berhenti untuk mempertahankannya.
Ovenbird (Seiurus aurocapillus) lebih memilih untuk menjaga territori yang banyak mangsa pada unit suatu area. Dan territori yang optimal dapat dilihat dari ketinggian serasah dan kepadatan vegetasinya. Pejantan jenis ini sedikit sekali yang berhasil di territori yang suboptimal, dan banyak pejantan yang tidak berhasil pada territori tersebut.Keberhasilan pejantan juga dipengaruhi oleh betinanya dan pejantan selalu memilih untuk kawin. Faktanya beberapa spesies burung seperti Dicksissel dan beberapa Backbird, betina akan lebih memilih/menerima pejantan yang siap untuk kawin jika masuk dalam wilayah territori tersebut. Kualitas territori untuk merawat anaknya ditentukan oleh keberhasilan membentuk sarang oleh indukan. Lenington (1980) menenmukan bahwa betina dari redwings blackbird akan memilih pejantan berdasarkan kualitas territorinya. Betina yang menduduki territori dari lebih awal diperbolehkan memilih pejantan berdasarkan kualitas territorinya dan betina yang terlambat akan mendapat territori yang lebih buruk. Yang lebih parah adalah pejantan yang memiliki territori yang buruk tidak akan menarik untuk kawin.
· Regulasi populasi
Konsekuansi dari territorial yaitu dapat terjadi regulasi populasi. Jika tidak ada batas territori dan semua telah memiliki daerah territori, serta territori terdapat hanya satu jenis populasi. Maka tidak akan terjadi regulasi populasi. Jika teritori memiliki batas ukuran dan angka dari area yang terbatas, maka akan dimungkinkan terjadinya regulasi kepadatan populasi tetapi tentunya pada keadaan tertentu.
Contohnya pada Spermophilus undulates, pada saat semua betina bersarang dan terjadi kelebihan jumlah pejantan maka akan memaksa beberapa pejantan yang tidak mendapat pasangan untuk pergi ke tempat lain yang suboptimal. Populasi pejantan ini akan tetap karena tidak dapat kawin dan cenderung menurun karena predasi dan cuaca. Pada spesies ini tidak terjadi regulasi polpulasi karena hanya pejantan saja yang mengalami penambahan.
Menurut Krebs (1971), menghilangkan organ perkembangbiakan pada salah satu betina burung akan membuat pejantan meninggalkan betina dan territorinya serta mencari betina di territori lain yang habitatnya tidak seoptimal territori asal. Di territori tersebut si pejantan akan mengajak burung lain yang belum memiliki territori. Maka hal tersebut tidak menunjukkan regulasi populasi karena pada semua burung dapat berkembangbiak pada beberapa habitat.
· Evolusi territori
Beberapa hipotesis telah berkembang seiring dengan pencegahan populasi yang berlebih dan kebutuhan pengeksploitasian makanan untuk keperluan individu. Mempertahankan sumber makanannya dimungkinkan sangat penting bagi beberapa spesies, seperti misalnya pada Belibis merah dan golden winged sunbird. Karena bagi spesies ini ukuran territori sepenting dengan sumber makanan. Brown mengutarakan teorinya yang menyatakan bahwa ada beberapa hewan yang cenderung membutuhkan ukuran territori yang besar walaupun seumber daya makanannya tersedia hanya dalam jangka aktu yang pendek.Evolusi territori ini berkaitan erat dengan tingkah laku yang agresif. Tingkah laku yang agresif ini tidak menguntungkan suatu individu melainkan menghadapkan mereka pada resiko. Jika individu tidak dapat memperoleh pasangan, makanan, dan tempat bersarang tanpa pertahanan territori, maka territori ini sangant merugikan tetapi apabila kebutuhannya ini tercukupi dalam jangka pendek, seekor hewan akan mempertahankan territori dan menghadapi segala resikonya.
C. HUBUNGAN ANTARA DAERAH JELAJAH DENGAN TERYTORY
Sangat jelas sekali, bahwa daerah territory membuat hewan lebih mudah mendapat makanan, kawanan, berkembang biak, dan kegiatan yang lain. Dan daerah jelajah sebagai media di luar territory yang memberikan kesempatan untuk hidup, apabila suatu ketika daerah territory hilang, atau dikuasai spesies lain.
D. Contoh – Contoh yang Berkaitan dengan Home Range (Daerah Jelajah) dan Territory
Makin menyempitnya hutan jelas membuat para gajah tidak nyaman. Dalam kondisi normal, mereka harus memiliki wilayah jelajah (home range) minimum 165 kilometer persegi di hutan primer dan 60 kilometer persegi di hutan sekunder. Sebagai hewan yang memiliki jalur jelajah alami, mereka akan melewati rute yang sama dalam tiga bulan atau satu tahun sekali. Di musim kemarau, mereka bergerak mencari makan dari hutan dataran tinggi ke dataran rendah, begitu pula sebaliknya pada musim hujan. “Nah, ternyata, saat mereka kembali, ada tanaman penduduk di rutenya. Tentu saja ini ibarat restoran, maka mereka menjarah untuk makan.
Kawanan burung merpati dalam suatu wilayah akan menjaga kawanan tersebut sampai musim dingin. Pada awal musim semi, kawanan akan berpisah dan mnyebar menemukan tempat baru dan membetuk kawanan baru, itulah territori. Teritori adalah area yang terlindungi, kurang lebih yang terjaga dan berharga, yang diperthankan oleh individu-individu ataupun kelompok-kelompok sperti misalnya kawanan serigala. Hal ini akan memberikan definisi yang luas dan menyatakan bahwa teritori akan terbentuk ketika individu-individu atau kelompok-kelompok dipisahkan dan mendapat habitat yang cocok secara acak.
Seekor burung gereja bermahkota putih jantan bertengger di pohon pada dahan yang rendah dan berkicau. Tiba-tiba muncul burung jantan lain dan burung pertama segera meninggalkan tempatnya dan terbang menuju burung pendatang. Kalau burung pendatang tidak pergi, burung pertama akan lebih mendekat lagi dan mungkin lagi terjadi pertarungan singkat. Boleh dikatakan pendatang selalu kalah dalam pertarungan dan akan meninggalkan tempat tadi. Burung pertama kembali bertengger ke tempat semula dan berkicau lagi.Setelah pengamatan yang berulang-ulang, kita mulai melihat bahwa tingkah laku ini hanya terjadi jika ada burung jantan mendekat dalam jarak tertentu, bahwa burung jantan lain akan menghindari suatu daerah jika jelas ada burung jantan lain yang sedang berkicau, dan burung betina tidak merangsang burung jantan yang sedang berkicau untuk bertingkah laku seperti di atas.
Tingkah laku territorial ternyata mempunyai nilai untuk mempertahankan hidup organisma. Hewan yang ditempatkan di lingkungan asing sukar menghindari predator, tetapi suatu kawasan merupakan daerah yang dikenalnya. Setelah kawasan ditentukan sesungguhnya hanya sedikit terjadi pertarungan. Individu-individu mempunyai lebih banyak waktu dan energi untuk aspek lain dalam kehidupan sehari-hari. Tingkah laku teritorial dapat membatasi ukuran populasi yang berbiak sampai ke jumlah pasangan tertentu, sehingga anaknya dapat memperoleh cukup makan dari makanan yang tersedia di daerah itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s