Bumbu Persahabatan

Kata persahabatan bukan hal yang baru yang kita dengar bahkan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, namun persahabatan sudah familiar terjadi dilingkungan kita, akan tetapi tidak semua individu diantara kita yang merasakan nikmatnya sebuah persahabatan. Dalam Artian saya persahatan itu merupakan sebuah ikatan emosianal antara dua individu atau lebih yang menggambarkan prilaku kerja sama dan saling mendukung untuk menggapai mimpi-mimpi antara komunitas itu sendiri. Dan dalam persahabatan mempunyai nilai-nilai persamaan diantara individu tersebut, sehingga dari persamaan itu terjadi sebuah kegiatan yang dilakukan secara bersamaan seperti saling tolong menolong, tukar-menukar nasehat dan selalu menunjukkan prilaku yang berbalasan dan reflektif.

Nilai-nilai persahabatan selalu menunjukkan secara konsisten

  1. Menginginkan yang terbaik bagi semua didalam komunitas persahabatan itu sendiri
  2. Simpati dan empati
  3. Jujur
  4. Salaing pengertian
  5. Dan masih banyak hal-hal yang lainnya

Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.

Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi. Dialah ladang hati, yang harus kita taburi dengan kasih dan kita subur dengan penuh rasa terima kasih. Dan sahabat  pulalah naungan dan pendiamanmu. Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian.

Persahatan tidak terjadi begitu saja, namun membutukan waktu untuk proses menyamakan persamaan yang kita miliki, sama halnya mengasah/menajamkan baja dengan baja sehingga sama-sama tajam. Namanya persahabatan selalu diwarnai sejuta kisah seperti suka duka, dihibur disakiti, diperhatikan dikecewakan, didengar diabaikan. Namun semua itu  tidak pernah dilakukan dengan tujuan untuk menyakiti perasaan kita ataupun kebencian. Sahabat tidak akan pernah menyembuyikan kesalahan yang kita lakukan, sehingga dapat membuat orang lain tersinggung . Namun sahabat akan memberanikan diri untuk  menegur kesalahan yang telah kita lakukan dengan apa adanya.

Disaat kita menagis sahabat akan datang memberikan hal-hal konyol, baik berupa cerita maupun tingkah laku. Tetpi, semua itu dilakukan sahabat hanya semata-mata agar kita bisa terseyum dan melupakan hal-hal yang membuat kita sedih/menagis.

Sungguh luar biasa.

Walaupun berkilo-kilometer jarak yang memisahkan atau antar pulau bahkan benua (jarak antar benua belum pernah saya rasakan, tapi ingin merasaka), sahabat tak akan pernah terpisah karena sahabat tidak diukur oleh jarak melaikan ikatan emosional dan hati. (saat itu ada sebuah acara kompetisi di Moscow, Rusia  tentang penanganan limbah hasil hutan. Kami mengangkat tema “Penggunaan Mesin Pancang ” kebetulan saya berada di Selatan  dan dia di Utara sehingga tidak memungkinkan untuk mengerjakan secara bersamaan, tapi jarak tidak menjadi pembatas untuk menggapai kesempatan itu. Namun dengan teknologi sekarang kami bisa mengerjakan sama-sama, saya mengerjakan di Selatan dia memperbaiki  di utara, begitu juga sebaliknya. Dengan ambisi dan semangat yang kami miliki hal itu tidak menjadi halangan untuk menyelesaikan paper tersebut, walaupun hasilnya gagal berangkat ke Moscow dikarenakan berbagai hal)

Sahabat tidak akan pernah menceritakan keburukan kita, tapi dia akan selalu menceritakan hal positif tentang kita. Dia akan berusaha membenarkan kita, jika ada orang lain yang menceritakan nilai negatif yang kita miliki. Persahabatan sangat sulit untuk dijelaskan, persahabatan tidak pernah kita pelajari di sekolah maupun dibangku kuliah, akan tetapi jika kita mampu mempelajari makna persahabatan maka kita tidak bisa mempelajari apapun. Sabahat tahu semua kekurangan kita, namun dia memilih untuk bersama kita.

Perbedaan dalam persahabatan memang benar selau ada, seperti Agama dan suku, namun sahabat akan selalu mengingatkan kita untuk Ibadah dan banyak hal lainnya. Ditengah banyaknya nilai keindahan dalam sebuah persahabatan, sampai-sampai tidak bisa dijelaskan dan dilkukiskan dengan kata-kata, boleh saya asumsikan persahabatan tidak akan terlupakan sampai selamanya.

Tak lengkap rasanya jika dalam sebuah persahabatan terjadi ssebuah kerenggangan, karena dengan kerenggangan itulah kita bisa menguatkan tali persahabatan itu sendiri. Disaat terjadi kerenggangan ikatan persahabatan, layaknya sebuah sapu lidi dimana pengikatnya mulai rapuh, sehingga perlu pengikat yang baru dan yang lebih kuat dari tali pengikat sebelumnya. Begitu halnya yang saya rasakan saat ini. Dan itulah , makna yang saya dapat saat ini.

(entahlah, mengapa ada kerenggangan dalam ikatan persahabatan kami saat ini?

Entah karena Saya sibuk dengan penelitian saya dan juga dia sibuk dengan kegiatan di Lab. Sehari-dua hari biasa saja, namun kini telah berbulan-bulan terasa sekali kerenggangan itu. Tidak seperti 3 tahun yang kami lalui, biasanya sehari itu pasti ada kata “DIMANA”. Sehingga dengan kata dimana kita bisa berjumpa menceritakan mimpi-mimpi yang ingin digapai. Namun beberapa bulan ini kata “dimana” itu tak pernah lagi muncul di Ponsel saya. Dalam pikiran saya mengatakan “ini semua karena Ego masing-masing, sehingga tidak ada merasa yang salah dan semua merasa benar. Sehingga enggan untuk memulai memperkuat ikatan persahabatan itu. Dia juga sempat bilang “kamu berubah sekarang Mon”, namun saya tidak pernah merasa berubah.

Entahlah

 

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s