GAMBARAN UMUM PT. RATAH TIMBER

A. SEJARAH SINGKAT

 PT. Ratah Timber didirikan berdasarkan Joint Venture antara PT. Tansa Trisna dengan Hoi  To Traders Ltd atau Delta Far East, dengan Akte Notaris Ali Harsojo SH Nomor 8 tanggal 19 Juni 1970 yang berstatus PMA dan telah diumumkan  dalam Berita Negara tertanggal 19 Maret 1971 Nomor 23 Tambahan No. 137 Tahun 1971. PT. Ratah Timber yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur  memulai kegiatan usahanya pada tahun 1970 berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian SK HPH   No. : 526/Kpts/Um/11/1970 dengan luas areal 125.000 Ha.

Berdasarkan Surat Persetujuan Tetap dari Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 01/V/1982 tanggal 6 Januari 1982, perusahaan yang semula berstatus Penanaman Modal Asing telah diubah menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri dan tunduk terhadap Undang-Undang Nomor 6 tahun 1968 dan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1970.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dimana perubahan terakhir yaitu dengan Akte Notaris  H. Azhar Alia, SH Nomor 2 tanggal 4 Juni 1998 dan telah disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman RI No. C-5095 HT.01.04.Th. 99 tanggal 25 Maret 1999 dan telah dicatat dalam Lembar Berita Negara RI No. 31 Tanggal 18 April 2000 tambahan No. 1939 Tahun 2000.

Dalam Keputusan Menteri Kehakiman tersebut telah disetujui pula perubahan nama PT. Ratah Timber Company menjadi PT. Ratah Timber, sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 26 Tahun 1998 tanggal 4 Pebruari 1998 mengenai pemakaian nama Perseroan Terbatas.

Perusahaan telah mendapatkan perpanjangan izin melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor359/Menhut-II/2009 tanggal 18 Juni 2009, dengan luas areal 93.425 ha,  dengan masa berlaku sampai dengan bulan  6 November 2055. Pada saat ini produksi kayu logs yang dihasilkan oleh PT. Ratah Timber adalah jenis kayu Meranti, Bangkirai, Nyatoh, Meranti Batu dan Kayu Kamper.

Hasil super-imposse antara Peta Areal Kerja IUPHHK PT. Ratah Timber dengan Peta Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provensi Kalimantan Timur disajikan pada tabel  1 dibawah ini.

Tabel. 1 Luas areal kerja IUPHHK PT. Ratah Timber berdasarkan fungsi hutan :

No

Fungsi Hutan

LUAS

Jumlah

(Ha)

Blok I Blok II
1 Hutan Produksi Tetap (HP) 66.610 6.810 73.420
2 Hutan Produksi Terbatas (HPT) 20.005 20.005
Jumlah 86.615 6.810 93.425

 

 

 

Sumber : (Anonim 2009) PT. Ratah Timber Kabupaten Kutai Barat

1. Visi dan Misi PT.Ratah Timber

Berikut ini merupakan pemaparan Visi dan Misi PT. Ratah Timber

A.  Visi

Perusahaan melaksanakan pengelolaan hutan secara efisien dan profesional guna menjamin fungsi dan manfaat hutan secara lestari untuk kesejahteraan   masyarakat

B.  Misi

  1. Melaksanakan pengelolaan hutan dengan menerapkan sistem manajemen lingkungan guna melestarikan, meningkatkan serta menjaga keseimbangan manfaat dan fungsi hutan, yaitu fungsi produksi, lingkungan dan sosial.
  2. Menyelenggarakan usaha dibidang kehutanan guna memperoleh keuntungan perusahaan dan mengoptimalkan kontribusi sektor kehutanan pada pendapatan Nasional (pusat dan daerah).
  3. Melakukan pengelolaan hutan secara partisipatif sesuai dengan karakteristik wilayah untuk mendapatkan manfaat yang optimal bagi perusahaan dan masyarakat di dalam dan sekitar hutan.
  4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kemandirian.

B.  Letak Lokasi PKL dan KKN

 Secara geografis areal kerja IUPHHK PT. Ratah Timber terletak pada 114°55 – 115°30’ Bujur Timur dan 0°15’ Lintang Utara. Berdasarkan letak administrasi pemerintahan, areal tersebut berada dalam wilayah kecamatan Long Hubung dan Kecamatan Laham, Kabupaten Kutai Barat, Provisin Kalimantan Timur.

Berdasarkan wilayah pemangkuan hutan IUPHHK PT. Ratah Timber termasuk dalam wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Memahak Besar, Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Barat, Dinas Kehutanan Provensi Kalimantan Timur.

Menurut pembagian wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS), areal IUPHHK PT Ratah Timber berada dalam wilayah DAS Mahakam yang tersebar pada Sub DAS Ratah. Adapun batas-batas wilayah Pengusahaan Hutan IUPHHK PT. Ratah Timber sebagai berikut :

Sebelah Utara         :  Area Penggunaan Lain (APL) dan IUPHHK  HA PT.  Seroja  Universium Narwastu

Sebelah Timur         :  APL dan IUPHHK-HA PT. Kedap Sayaq

Sebelah Selatan      : Hutan Negara (Non IUPHHK) dan Hutan Lindung Batu            Buring Ayok

Sebelah Barat         : Hutan Negara (Non IUPHHK) dan IUPHHK  Agro City Kaltim

C.  Kondisi Geofisik

 1.    Fisiografi dan Topografi        

Hasil analisis kelas lereng berdasarkan Peta Garis Bentuk dari Potret Udara Skala 1: 25.000 menunjukan bahwa sebagian besar  areal kerja (± 71,9%) tergolong datar hingga landai. Disamping itu juga terdapat areal dengan kelerengan > 40% (sangat curam) seluas 496 ha. Kondisi topografi areal kerja selengkapnya disajikan pada Tabel 2.

Tabel. 2 Kondisi Topografi Areal Kerja IUPHHK PT. Ratah Timber

Klafikasi

Kelas Lereng

Blok I (ha) BlokII (ha) Jumlah
HP HPT HP (ha) %
A : 0 – 8 % Datar 37.348 4.553 2.125 44.026 47,1
B : 9 –15 % Landai 16.992 4.685 1.498 23.175 24,8
C : 16 – 25 % Agak Curam 8.446 4.685 2.186 14.935 16,0
D : 26 – 40 % Curam 2.785 3.347 885 7.017 7,5
E : > 40% Sangat Curam 380 116 496 0,5
Tidak ada data 1.039 2.737 3.776 4,0
Jumlah 66.610 20.005 6.810 93.425 100,0

Sumber : (Anonim 2009) Pengukuran Digitasi Peta Kelas Lereng IUPHHK PT. Ratah Timber didasarkan pada peta Garis Bentuk skala 1 : 25.000

 2.    Geologi dan Jenis Tanah

Berdasarkan Peta Tanah Tinjau Kalimantan Skala 1: 250.000 tahun 1976, areal kerja IUPHHK PT. Ratah Timber memiliki tiga jenis tanah, yaitu podsolik merah kuning, latosol dan aluvial. Luas masing-masing jenis tanah secara rinci disajikan pada tabel berikut:

Tabel 3. Luas Areal IUPHHK PT. Ratah Timber Berdasarkan Jenis Tanah

 

No

 

Jenis Tanah

Luas
Blok I Blok II Total
Ha % Ha % Ha %
1 Podsolik Merah Kuning 75.095 86,7 3.228 47,4 78.323 84
2 Latsol 9.354 10,8 3.582 52,6 12.936 14
3 Alluvial 2.165 2,5 2.165 2
Jumlah 86.615 100 6.810 100 93.425 100

 

 

 

 

Sumber  :  (Anonim 2009) Pengukuran Planimetris Peta Tanah Tinjau, Skala 1 : 250.000

                Tanah Podosolik Merah Kuning terbentuk atas wilayah berlereng datar, landai, dan agak curam. Tanah Latsol terbentuk diatas formasi Batu Ayau, sedangkan tanah Aluvial terbentuk dari endapan alluvial yang terdapat pada kelerengan datar yaitu terdapat disekitar tepi Sungai Mahakam. Formasi Geologi yang terdapat di areal IUPHHK PT. Ratah Timber sebagian besar dalah formasi Ujoh Bilang, yaitu mencakup areal seluas 76.418 ha atau 81,8 %. Formasi geologi lainnya adalah formasi Batu Pasir Lenmuring, formasi batu Ayau dan Endapan Aluvial. Data selengkapnya mengenai formasi Geologi yang ada di area IUPHHK PT. Ratah Timber disajikan pada tabel 4.

Tabel 4. Formasi Geologi di Area IUPHHK PT. Ratah Timber

Symbol        formasi

geologi

 

Luas
Blok I Blok II Blok III
Ha % Ha % Ha %
Tou Formasi Ujoh Bilang 73.190 84,5 3.228 47,4 76.418 81,8
Toi Formasi  Batu Pasir Lenmuring 1.906 2,2 1.906 2,0
Tea Formasi batu ayau 9.354 10,8 3.582 52,6 12.936 13,8
Qa Endapan Aluvial 2.165 2,5 2.165 2,3

 

 

 

 

 

Sumber : (Anonim 2009) Pengukuran plenimatris peta geologi sekala1:250.000 ( Pusat litbang geologi dan sumberdaya mineral Bandung,Tahun 1994)

 3.   Hidrologi

Areal kerja IUPHHK PT. Ratah Timber berada di dalam satu Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan beberapa sub DAS, yaitu: Sub DAS Mahakam Ulu, Sub DAS Ratah, Sub DAS Long Gelawang, Sub DAS Nyerubungan, Sub DAS Jemurai.

Berdasarkan studi AMDAL diperoleh data bahwa kondisi debit sesaat dan kandungan sedimen dari beberapa titik sungai-sungai diarea kerja IUPHHK PT Ratah Timber tersebut di atas, disajikan pada Tabel 5. sedangakan prediksi laju erosi pada masing-masing sub DAS disajikan pada tabel 6

Tabel 5. Luas Sub DAS, Debit Sungai dan kandungan Sedimen dari   beberapa Titik Sungai Di Areal Kerja IUPHHK PT. Ratah Timber

No

 

Stasiun Pengamatan DEBIT

(m/ detik)

Residu total

(mg/l)

Sedimen

(ton/th)

1 S. Mahakam *) 17,0
2 S. Benturak 1.290 8,0 0,89
3 S.Benturak Ilir 5.435 24,0 11,27
4 S.Nyerubung Hilir 19.210 12,0 19,82
5 S. Ratah Hulu 26.540 7,0 17,20
5 S. Ratah Hilir 30.784 120,0 319,17
7 S. Pari 7.184 8,5 5,28

 

 

 

 

 

Sumber ; (Anonim 2009) studi SEL PT. RATAH TIMBER, 1991

Tabel 6. Prediksi Laju Erosi dan Sedimentasi Dari Masing-masing Sub DAS di Areal Kerja IUPHHK PT RATAH TIMBER

No Sub DAS Luas (KM) Laju Erosi SDR (%) Laju Sedimen-tasi (ton/ha)
1 Hubung 11,23 10,30 119.725 13      15.564
2 Long Beliwan 91,45 29,13 226.394 13 34.631
3 Benturak 84,00 19,06 160.126 14 22.417
4 Nyerubung 123,25 21,37 263.427 12 31.611
5 Pari 215,14 14,79 381.205 11 35.002
6 Jemurai 107,86 8,83 95.285 13 12.387

 

 

 

 

Sumber  :(Anonim 2009) Studi SEL PT. Ratah Timber, 1991

  1. 4.   Pola Penutupan Lahan

Berdasarkan hasil interpratasi citra Lansed 7 ETM+ Band 542 Path/Row 117/60 imput 11 Pebruari 2010 yang di-mozaick dengan Path/row 118/60 liputan tanggal 2 pebruari 2009, kondisi penutupan lahan areal IUPHHK PT RATAH TIMBER sebagian besar berupa hutan bekas tebangan yakni meliputi 75.123 Ha (80,4%) dan sisanya berupa hutan primer seluas 7.149Ha (7,6%), non hutan 9.144 Ha (9,8%), dan areal tertutup awan 2.009Ha (2,2%), sebagaimana disajikan dalam Tabel 7.

 Tabel 7. Kondisi Penutupan Lahan di Areal IUPHHK PT Ratah   Timber

No Penutupan lahan Fungsi dan Peruntunan Hutan (Ha)
HPT HP BZ HL Jumlah %
1 Hutan Primer 2.487 4.330 332 7.149 7,6
2 Hutan Bekas Tebangan 14.422 58.269 2.432 75.123 80,4
3 Non Hutan 477 8.464 233 9.144 9,8
4 Tertutup Awan 0 2.009 0 2.009 2,2
Jumlah 17.356 73.072 2.997 93.425 100,0

 

 

 

 

Sumber : lampiran surat derektur inventarisasi dan pemantauan  sumber daya hutan No. S300/IPDSH-2/2010 tgl. 25 juni 2010.

Perkiraan kondisi penutupan lahan areal IUPHHK PT. Ratah Timber setelah dilakukan analisis dan kereksi terhadap areal yang tertutup awan serta praknosa realisasi tebangan  sampai dengan akhir 2010 ,dapat dilihat pada Tabel 8 dibawah ini.

Tabel 8. Perkiraan Kondisi Penutupan Lahan di Areal IUPHHK PT. Ratah   Timber Pada Akhir 2010

No Penutupan lahan Fungsi dan Peruntunan Hutan (Ha)
HPT HP BZ HL Jumlah %
1 Hutan Primer 2.487 4.330 332 7.149 7,6
2 Hutanbekas tebangan 16.431 58.269 2.432 75.123 82,6
3 Non Hutan 477 8.464 233 9.144 9,8
Jumlah 17.356 73.072 2.997 93.425 100,0

 

 

 

 

Sumber : Hasil analisis Peta Penafsiran Citra Landsat path/row 117/60 liputan 11 pebruari2010 yang di-mozaick dengan path/row 118/60 liputan tanggal 2 februari2009,dengan koreksi terhadap areal yang tertutup awan dan prognosa realisasi tebangan sampai dengan RKT 2010.

 

       Areal  tidak berhutan lokasinya berada dalam satu hamparan yang relative kompak, yang lokasinya berbatasan dengan areal pegunungan lain diluar areal IUPHHK, Areal tersebut dalam kenyataanya di lapangan sebagian besar merupakan lahan garapan masyarakat dalam bentuk ladang dan sawah tadah hujan

D.    Kondisi Iklim

 a.   Curah Hujan

Menurut sistem klasifikasi Schmidt and Fergusson, iklim di areal kerja IUPHHK PT. Ratah Timber termasuk iklim sangat basah atau tipe A dengan jumlah bulan basah adalah 12 bulan (nilai Q = 0 %). Data tentang curah hujan rata-rata bulanan dan hujan bulanan disajikan pada tabel 9.

Tabel 9. Data Curah Hujan dan Hari Hujan Bulanan Rata-rata disekitar Area IUPHHK PT. Ratah Timber

 

No

 

BULAN

Curah Hujan (mm) Hari Hujan
1 Januari 399 11
2 Febuari 147 4
3 Maret 348 6
4 April 327 11
5 Mei 310 9
6 Juni 159 8
7 Juli 170 9
8 Agustus 80 5
9 September 404 17
10 Oktober 407 12
11 November 552 17
12 Desember 400 14
J u m l a h 3.748 123
Rata-rata 312 10

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : (Anonim 2009) PT. Ratah Timber Kabupaten Kutai Barat

 b.   Suhu dan Kelembaban Udara

Gambaran secara lengkap mengenai suhu dan kelembaban udara di IUPHHK PT RATAH TIMBER disajikan pada table 10. Dengan kecepatan angin tertinggi tercatat sebesar 17-22 knot dengan frekuensi rata-rata 23 kali setahun, bertiup dari arah  timur laut dan umumnya berlangsung antara Januari – Maret. Selain bulan – bulan tersebut, angin bertiup dengan kecepatan antara 4 – 6 knot dari arah Utara ke imur Laut atau Barat Laut.

Tabel 10. Data Suhu Udara dan Kelembaban Udara Bulanan Rata-Rata disekitar Areal IUPHHK PT. Ratah Timber

No B U L A N Suhu Udara (°C) Kelembaban Udara (%)
1 Januari 26.4 84.6
2 Febuary 26.5 84.3
3 Meret 26.9 82.5
4 April 26.7 84.2
5 Mei 26.5 85.5
6 Juni 26.5 86.4
7 Juli 26.8 85.8
8 Agustus 26.1 85.1
9 September 26.4 84.1
10 Oktober 26.7 85.5
11 November 26.4 85.7
12 Desember 26.6 85.9
Rata –rata 26.4 85.1

 Sumber : (Anonim 2009) PT. Ratah Timber Kabupaten Kutai Barat

E.     Kondisi Sosial Ekonomi Budaya Masyarakat

1.      Kependudukan

Areal  kerja IUPHHK PT. Ratah Timber berada di Kecamatan Long Hubung dan Kecamatan Laham, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Kecamatan Long Hubung pada saat ini terdiri atas 10 desa (2 desa di antaranya merupakan hasil pemekaran), sedangkan Kecamatan Laham terdiri atas 5 Desa (1 desa merupakan desa hasil pemekaran). Dari ke-15 desa di kedua wilayah kecamatan tersebut, 11 desa diantaranya berada disekitar areal kerja IUPHHK PT. Ratah Timber, yaitu :

Table 11. Data Nama dan Jumlah Desa yang Berada disekitar Areal IUPHHK PT.   Ratah Timber dikedua kecamatan

Kecamatan Long Hubung: Kecamatan Laham :
  1. Desa Mamahak Teboq
  2. Desa Sirau ¹)
  3. Desa Lutan
  4. Desa Data Bilang Ilir
  5. Desa Datah bilang Ulu
  6. Desa Datah Bilang Baru
  7. Desa Long Hubung
  8. Desa Muara Ratah
  9. Desa Long Gelawang
  10. Desa Danum Paroy
  11. Desa Nyerubung ³)

Sumber : (Anonim 2009) PT. Ratah Timber

Catatan:

1)      Merupakan hasil pemekaran Desa Mamahak Teboq

2)      Merupakan hasil pemekaran Desa Datah Bilang Ilir dan Datah Bilang Ulu

3)      Merupakan hasil pemekaran dari Desa Danum Paroy

Desa Mamahak teboq adalah desa terdekat dengan kegiatan (base camp) IUPHHK PT Ratah Timber diwilayah Kecamatan Long Hubung, suku Dayak Bahau merupakan etnik terbesar, yang mendiami seluruh desa di kecamatan tersebut. Desa Datah Bilang Ilir, Datah Bilang Ulu dan Datah Bilang Tengah Etnis terbesar yang mendiami desa tersebut adalah suku Dayak kenyah yang berasal dari Long Apun dan Long Boh di daerah hulu Sungai Mahakam dan di Kecamatan Laham, Etnis terbesar yang mendiami desa-desa di wilayah tersebut terdiri dari suku Dayak Bahau (di desa Long Gelawang), Dayak Punan (desa Muara Ratah dan Laham), serta suku Bakumpai (di desa Danum Paroy dan Nyerubungan).

Suku Dayak bahau dapat dikelompokan dalam tiga suku, yaitu Suku Bahau Latsa, Suku Bahau Lat Busang dan Suku Bahau Modang. Kelompok Suku Dayak Bahau yang tinggal di desa-desa disekitar areal IUPHHK PT. Ratah Timber adalah suku Bahau Latsa. Kelompok suku ini tinggal di desa-desa sepanjang Sungai Mahakam di Kecamatan Long Hubung, kecuali untuk desa Datah Bilang Ulu, Datah Bilang Ilir dan Datah Bilang Baru.

Suku pendatang di ke-11 desa yang terdapat di dalam dan di sekitar areal kerja IUPHHK PT. Ratah Timber terdiri dari suku Banjar (Kalimantan Selatan), Suku Jawa dan Sunda (P. Jawa), suku Madura, suku Makasar/Bugis (Sulawesi) dan Cina. Para pendatang pada umum nya tinggal di  daerah-daerah pusat perdagangan atau berkerja di IUPHHK PT. Ratah Timber maupun perusahaan sejenis di sekitar wilayah tersebut.

Jumlah penduduk di 11 desa yang terdapat di dalam dan di sekitar areal kerja IUPHHK PT. Ratah Timber Tahun 2009 adalah sebesar 8.524 jiwa. (anonim, 2009)

Kepadatan penduduk berkisar antara 1,88-49,27 jiwa/km². jumlah dan kepadatan penduduk di desa-desa yang terdapat di sekitar areal kerja IUPHHK PT. Ratah Timber disajikan pada tabel berikut.

Tabel .12 Jumlah kepadatan penduduk disekitar Areal IUPHHK PT. Ratah Timber

No Desa Luas

(Km²)

Penduduk

(Jiwa )

Keluarga

(KK)

Kepadatan

 

(jiwa/ Km2) (jiwa/ KK)
I Kec.Long Hubung .
1 Mamahak teboq 199,01 1.480 385 12,44 3,84
2 Sirau ¹)
3 Lutan 137,32 751 186 5,47 4,04
4 Datah Bilang Ilir 36,62

73,24

1.428

2.137

380

485

39,00

29,18

3,79

4,11

5 Datah Bilang Ulu
6 DatahBilang Baru¹)
7 Long Hubung 27,46 1.353 303 49,27 4,47
Sub Jumlah I 473,65 7.149 1.739 15,09 4,11
II Kec. LAHAM
1 Muara Ratah 366,18 689 166 1,88 4,15
2 Long Gelawang 137,32 514 128 3,74 4,02
3 Danum Paroy 45,77 172 46 3,76 3,74
4 Nyerubungan
Sub Jumlah II 549,27 1.375 340 2,50 4,04
Jumlah 1.022,92 8.524 2.079 8,33 4,10

Sumber : (Anonim 2009) Kecamatan Long Hubung Dalam Angka Tahun 2009, Kecamatan    Laham Dalam Angka Tahun 2009

2.      Kehidupan Sosial Ekonomi dan Pencaharian

Sebagaimana karakteristik social ekonomi masyarakat pedalaman di Pulau Kalimantan pada umumnya, masyarakat desa di sekitar IUPHHK PT. Ratah Timber sebagian besar (± 90 %) menggantungkan sumber kehidupan dari alam di sekitarnya yang berupa hutan dan sungai. Pola berladang berpindah, usaha mencari ikan serta mencari rotan merupakan bentuk ketergantungan masyarakat terhadap alam sekitarnya. Masuknya beberapa perusahaan industri kayu serta tenaga kerja pendatang mempengaruhi pola berpikir dan pola hidup masyarakat Dayak Lokal, dan mengakibatkan cukup banyak anggota masyarakat yang menekuni sektor mata pencaharian non pertanian seperti berdagang, penyedian jasa angkutan atau berkerja di IUPHHK.

Kehidupan masyarakat ditandai dengan pola pemukiman yang mengelompok dan terpusat dalam kampung-kampung hunian yang berada di sekitar sungai Mahakam atau sungai Ratah. Komunikasi antar desa dilakukan melalui air. Rumah-rumah masyarakat desa tersebut umumnya didirikan di tepi jalan yang sejajar dengan sungai, didirikan di atas tonggak setinggi 2-2,5 meter. Rumah – rumah mereka beratap sirap sebagian kecil beratap seng. Dinding rumah umumnya terbuat dari kayu meranti (shorea spp) dan keruing (dipterocarpus spp).

Suku dayak membuat rumah dengan cara mengambil kayu dari hutan atau kadang-kadang mendapat bantuan bahan baku dari perusahaan IUPHHK PT RATAH TIMBER. Salah satu hak sosial masyarakat yang hingga sekarang masih dijunjung tinggi dan dilestariakn keberadaannya secara non formal adalah hak ulayat. Tata cara penggunaan tanah ulayat yang menyangkut luas, batas, dan sebagiannya masih diatur oleh hukum adat.

Berdasarkan mata pencahariannya, masyarakat desa di dalam dan di sekitar IUPHHK sebagian besar hidup dengan mata pencahrian sebagai petani, berdagang dengan berusaha di bidang pertambangan emas tradisional. Berdasarkan presentase keluarga di sebelas desa di sekitar areal IUPHHK PT Ratah Timber yang bermata pencaharian di bidang pertanian mencapai 90 %, sebagaimana tertera pada table 12. (anonim 2009)

Usaha tani yang dilakukan penduduk setempat umumnya berupa berladang gilir balik yang merupakan kegiatan bertani secara turun temurun dari pengalaman tani orang tua mereka terdahulu. Perladangan penduduk banyak ditemukan berada di sisi kanan dan kiri sungai di sekitar daerah pemukiman dengan komuditas yang ditanam seperti padi, jagung, ketela/singkong, sayuran dan tanaman perkebunan (kakao, karet) serta tanaman buah.

Tabel. 13 Presentase Jumlah Keluarga Pertanian di Desa di sekitar dan di Dalam Area Kerja IUPHHK PT Ratah Timber

No DESA ETNIS TERBESAR PERSENTASE

(%) KELUARGA PERTANIAN

1 Mamahak Teboq Dayak Bahau            92
2 Lutan Dayak Bahau 92
3 Datah Bilang Ilir Dayak Kenyah 75
4 Datah Bilang Ulur Dayak Kenyah 91
5 Long Hubung Dayak Bahau 75
6 Muara Ratah Dayak Punan 90
7 Long Gelawang Dayak Bahau 90
8 Denum Paroy Bakumpai 70

Sumber : (Anonim 2009) PT. Ratah Timber Kabupaten Kutai Barat

  1. 3.      Sarana Pendidikan

Fasilitas pendidikan masyarakat di delapan desa di sekitar areal IUPHHK PT Ratah Timber relativ masih terbatas. Untuk tingkat sekolah Dasar (SD), terdapat disemua desa, sedangkan untuk tingkat SMP dan SMA, belum tersedia di semua desa. Untuk melanjutkan  sekolah ke tingkat SMP dan SMA, anak didik harus bersekolah ke desa terdekat atau ibukota kecamatan, ibukota kabupaten ataupun ibukota Provinsi Kalimantan Timur (Samarinda). Gambaran saran pendidikan yang tersedia di desa-desa yang ada di dalam dan di sekitar areal IUPHHK PT RATAH TIMBER disajikan pada tabel 14

Tabel. 14 Jumlah Sarana Pendidikan di Sekitar Areal IUPHHK PT RATAH TIMBER

No        Desa SD SMP SMA
(Unit) (Unit) (Unit)
1 Mamahak Teboq 1 1
2 Lutan 1
3 Datah Bilang Ilir 1 1
4 Datah Bilang Ulur 1 2 2
5 Long Hubung 1 1 1
6 Long Gelawang 1
7 Muara Ratah 1
8 Denum Paroy 1
Jumlah 8 5 3

 

 

 

 

 

 

sumber : (Anonim 2009) PT. Ratah Timber Kabupaten Kutai Barat

 4.      Sarana Kesehatan

Tingkat kesehatan masyarakat sangat ditunjang dengan tersedianya fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Fasilitas kesehatan ditingkat Kecamatan Long Hubung dan Kecamatan Laham pada saat ini relativ sudah cukup memadai yaitu berupa sarana Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) untuk berobat yang berada di pusat Pemerintahan Kecamatan yaitu Desa Long Hubung maupun Desa Laham, selanjutnya tempat pelayanan pemeriksaan kesehatan di tingkat desa dengan kunjungan rutin setiap bulannya yang dikenal dengan POSYANDU (Pos Pelayanan Terpadu) dan hampir terdapat di setiap desa di wilayah pemerintahan Kecamatan Long Hubung maupun Laham dan Puskesmas pembantu hanya ada di desa Mamahak Teboq, desa Datah Bilang, dan desa Danum Paroy, desa Long Gelawang. Ketersediaan tenaga medis di puskesmas Kecamatan Long Hubung dan Kecamatan Laham jumlah nya masih relativ terbatas yaitu terdiri dari seorang dokter, 15 orang perawat dan 2 orang bidan dan seorang petugas gizi. Rasio tenaga medis dengan jumlah penduduk di kedua kecamatan tersebut. 1 : 559. Data mengenai ketersediaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Kecamatan Long Hubung maupun Kecamatan Laham dapat dilihat pada Tabel 15.

Tabel. 15 Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Medis Di kecamatan Long Hubung dan Kecamatan Laham, Kabupaten Kutai Barat.

No Uraian Kecamatan
Long Hubung Laham
I Fasilitas kesehatan ¹)
1 Puskesmas 1 unit 1 unit
2 Puskesmas Pembantu 4 unit 2 unit
3 Balai Pengobatan 2 unit
4 Praktek Dokter 1 dokter
5 Posyandu 8 unit 4 unit
II Fasilitas Kesehatan²)
1 Dokter 1 Orang
2 Mantra Kesehatan 13 Orang 2 Orang
3 Bidan 2 Orang
4 Petugas Gizi 1 Orang

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : (Anonim 2009) PT. Ratah Timber Kabupaten Kutai Barat

5.      Masalah tenurial dalam kaitan dengan kegiatan IUPHHK

Kepemilikan tanah ulayat sering kali menimbulkan konflik, khususnya antara masyarakat adat dengan perusahaan IUPHHK. Bagi masyarakat, tanah garapan/ ladang/ pemukiman mereka pandang sebagai tanah ulayat, namun secara administrasi berada dalam area IUPHHK. Selain itu, penduduk juga mempunyai kebun seperti rotan dan buah-buahan. Kepemilikan kebun lebih jelas disbanding pemilik atas ladang karena sistem perladangan sering tidak menetap.

Dalam melaksanakan kegiatan pengusahaan hutan, IUPHHK PT. Ratah Timber tetap mengakui hak-hak perladangan mereka. Disamping hak-hak perladangan, perusahaan juga mengakui hak-hak masyarakat untuk memungut hasil hutan ikutan seperti rotan, getah jelutung, tengkawang, durian dan berburu berbagai jenis binatang yang tidak dilindungi undang-undang seperti babi.

Meskipun secara pasti data tentang jumlah perambahan hutan tidak tercatat, tetapi kegiatan ini sangat dirasakan akibatnya oleh perusahaan, yaitu berupa berkurangnya areal yang dapat diproduksi terutama pada lokasi yang berdekatan dengan Sungai Ratah dan anak sungainya. Untuk mengendalikan perambahan hutan yang dilakukan masyarakat, PT. Ratah Timber telah merencanakan untuk melakukan pemetaan secara partisipatif, yang didahului dengan kegiatan Pengkajian Desa Secara Partisipatif atau Participatory Rural Apraissal ( PRA ).

Sumber:

 Laporan PKL dan KKN Di PT. RATAH TIMBER Kabupaten KUTAI BARAT

 OLEH :

             TAUFAN NUGRAHA               : 06.56926.07984.04

MIGIRIN                                     : 0904015018

VERA DEWI YANTI                 : 0904015109

 YUNITA                                      : 0904015052

FAKULTAS KEHUTANAN

UNUVERSITAS MULAWARMAN

SAMARINDA

2012

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s