Mencari Mimpi

Satu tahun telah berlalu, pekerjaanku sebagai pelajar dilepas dari dunia pendidikan, walaupun di KTP masih tercantum dan aktif hingga 7 Agustus 2015.

Entahlah, apakah pekerjaan itu masih bisa diperpanjang atau melekat pada posisi yang sama?

Jawabannya sangat sederhana, Kalau saya sekolah tahun ini. Ya, pasti tertempel kembali. Dan ada utungnya juga buat staff Kantor Camat dan Catatan Sipil “(tolong jangan ditambah IS :D)” kalau statusku masih pelajar, yang pertama mereka tidak mengetik ulang pekerjaan saya dan tentunya lebih cepat kelarnya, walau hanya beberapa detik.

Semua makhluk ciptaan Tuhan setuju, kalau satu tahun bukan waktu yang singkat dan tentu banyak hal yang bisa digapai dalam kurun 365, 6 hari. Tapi, nyatanya bagi saya waktu itu sangat singkat (Apakah saya bukan makhluk ciptaan Tuhan? J) dan belum ada yang saya gapai.

Jika bergelut dengan alasan, tentu saya juga punya alasan. Tapi hanya orang yang malas yang selalu memberi alasan. Sudah jelas saya merupakan bagian tersebut dan mungkin juga anda. Tapi rapopo, kali ini saya memaksakan anda untuk mengetahui alasan saya.

Malam ini, saya mendapat email dari dua manusia,

Yang satu mengatakan: semangat coy!!

Satunya lagi mengatakan: Sebaiknya semua peluang dimanfaatkan atau diambil, karena kita tidak tahu yang mana diberikan pada kita.

Sebenarnya itu merupakan alinea terakhir dari pembicaraan kami. Awalnya dia (Beliau) menanyakan: “Apa kabar, Mon?, sudah kerja dimana? Ini ada tawaran beasiswa ke UMS, kalau tertarik nanti saya buatkan Inquiry letternya”

“Baik pak, Saya sangat tertarik pak. Kalau pekerjaan banyak aja sih pak yang nawarin pak, tapi aku tidak tertarik sama sekali dan Tanggal 12 bulan ini saya juga wawancara, yang BR itu, pak”

“Nanti saya kirimkan, terus kamu yang ngirim pakai emailmu! Sebaiknya semua peluang dimanfaatkan atau diambil, karena kita tidak tahu yang mana diberikan pada kita. Ikut aja wawancaranya nanti!”

“Siap, pak!”

Kemudian saya menutup email saya, lalu meluruskan tulang belakang dengan membaringkan badan yang semakin kurus ini. Melihat ke langit-langit kamar Mickhail (Akhir-akhir ini saya tinggal di Kostnya Kail) dan mengingat semua peluang yang datang menghampiri 1 tahun ini. Namun, peluang tersebut hanya singgah dan menawarkan diri pada saya untuk dibelai dan dipeluk, saya mengabaikan peluang tersebut. Walau sebenarnya saya mau dan ingin memeluk dan membelai peluang itu. Kita tahu bahwa peluang bagaikan hembusan angin, bila kita tidak bijak menempatkan diri maka kita akan pernah bisa merasakan sejuknya hembusan itu.

Awal peluang itu menawarkan diri, satu minggu saya setelah lulus hingga saat ini. Kerja di Kaimana, Bulungan, Riau, Kutai Barat, Wahau, Riau dan terakhir di Berau. Pekerjaan itu memang bidang saya bahkan bisa dikatakan hari ini ditawarkan, besok langsung berangkat ke lokasi. Saya pikir peluang seperti ini jarang hinggap pada seseorang, mungkin juga anda berpikir seperti itu. Ke Berau memang tawaran terakhir di bulan ini. Sebelumnya ada BR, tetapi saya tidak tahu mengapa saya mengambil peluang ini, alasannya hanya karena ada pilihan kerja di tanah kelahiran saya, hanya itu alasannya (mungkin anda sudah tahu, jawabannya. Tapi aku yakin, yang bisa menjawab hanya orang-orang yang berimajinasi tinggi)

Ya, saya memang GILA (saya aja mengatakan diri saya gila, apalagi mahkluk lain :))

Alasan dari semua itu adalah MIMPI

MIMPI lah alasan semua ini, MIMPI yang membuat saya semangat dan MIMPI jugalah yang mematahkan semangat saya dikala saya merasa tidak mampu menggapai MIMPI tersebut.

Hari berkumpul menjadi minggu, minggu menjadi bulan dan menjadi tahun. Dan Tepatlah satu tahun saya mengembara mencari MIMPI.

Sampai saat ini saya masih bermimpi dan saya menulis ini hanya sedang NGIGAU

saya merasa saya sudah berjalan sangat kencang tidak tahu berapa tenaga kuda (HP), tetapi realitanya saya hanya jalan di tempat.

Tunggu kisah MENCARI MIMPI selanjutnya!!

NGUANTUK Om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s